HUT ke-14 Kaltara, Zainal Optimistis Infrastruktur Perbatasan Tuntas pada 2028
Minggu, 25 Oktober 2026

Upacara peringatan HUT ke-14 Provinsi Kalimantan Utara di halaman Kantor Gubernur Kaltara. (Red)
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 dengan tema “Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”, Minggu (25/10/2026). Upacara berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kaltara dengan mengusung semangat kebersamaan untuk mendorong kemajuan daerah.
Upacara dipimpin langsung Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Kegiatan tersebut diikuti aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kaltara. Para peserta mengenakan batik khas Kaltara, sedangkan sejumlah kepala perangkat daerah tampil dengan busana bernuansa adat.
Zainal mengatakan, peringatan HUT Kaltara tahun ini dilaksanakan secara sederhana. Meski demikian, kesederhanaan tersebut tidak mengurangi makna peringatan sebagai ungkapan syukur atas bertambahnya usia provinsi termuda di Indonesia itu.
“Kita membuat upacara tahun ini secara sederhana. Walaupun sederhana, kita mengambil hikmah dari bertambahnya umur Kaltara tahun ini,” ungkap Zainal.
Ia menegaskan, kemajuan Kaltara bukan hasil perjuangan satu pihak, melainkan buah kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membawa Kaltara menjadi daerah yang semakin maju.
“Ini bukan perjuangan saya sendiri, tetapi seluruh unsur yang ada di Kaltara. Semua berjuang bersama-sama agar Kalimantan Utara menjadi lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Zainal juga menyampaikan bahwa Kaltara menunjukkan perkembangan positif dalam pengendalian inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Ia bersyukur atas capaian tersebut dan menilai pengendalian inflasi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Selain itu, perhatian pemerintah pusat terhadap Kaltara, khususnya kawasan perbatasan, turut menjadi sorotan. Menurut Zainal, kunjungan tiga menteri ke Kaltara dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan daerah, terutama wilayah perbatasan.
Ia menyebut perhatian tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk memastikan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memperoleh perhatian dalam pembangunan.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden sangat memperhatikan apa yang dibutuhkan masyarakat di perbatasan. Apalagi Kaltaramemiliki wilayah 3T yang harus mendapat perhatian pemerintah pusat,” jelasnya.
Zainal optimistis pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan dapat dituntaskan secara bertahap dalam dua tahun ke depan. Ia berharap konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan lebih lancar.
“Dalam waktu dua tahun, Insyaallah infrastruktur di wilayah perbatasan dapat teratasi dan konektivitas antarwilayah bisa diselesaikan pada akhir 2028,” tambahnya.
Pada momentum HUT ke-14 ini, Zainal berharap pembangunan infrastruktur dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan perbatasan. Pemerataan pembangunan dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Kaltara dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan tema “Ekonomi Tumbuh Semua Berdaya”. (*)
Reporter: Redaksi/Koran Kaltara
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
Berita Terkait

KORMI Kaltara Dorong Pelestarian Menyumpit, Dekatkan Olahraga dengan Masyarakat

Venue Porprov II Kaltara di Malinau Siap 95 Persen

Pemprov Kaltara Tunggu Putusan Inkrah Pengadilan

Sekprov Tegaskan OPD Tertib Pajak Kendaraan Dinas, ASN Diminta Pakai Plat KU

Gubernur Kaltara: APBD Bisa Dialihkan untuk Masyarakat

Perketat Pengawasan Pajak Alat Berat di Kaltara

Megaproyek Energi Mengintai Kaltara
JPU Dinilai Keliru Tafsirkan Aturan Pendidikan Kesetaraan dalam Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

