Dua Rumah Terdampak Kebakaran di RT 31 Sebengkok
Kamis, 29 Oktober 2026

Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di salah satu rumah yang terdampak kebakaran di RT 31, Kelurahan Sebengkok, Tarakan. (IST)
TARAKAN – Rumah yang ditinggalkan penghuninya selama sekitar sepekan diduga menjadi titik awal kebakaran di kawasan RT 31, Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan, Kamis (29/10/2026) siang. Api yang muncul sekitar pukul 12.27 WITA itu berdampak pada dua unit rumah, termasuk bagian pagar. Penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan kepolisian.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Tarakan, Sofyan, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima informasi kebakaran.
“Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan personel, terutama dari sektor barat, untuk menuju tempat kejadian perkara (TKP),” terangnya di lokasi kejadian.
Dalam penanganan tersebut, Damkar mengerahkan empat unit kendaraan, terdiri dari dua mobil pemadam dan dua mobil suplai air. Petugas juga mendapat dukungan pasokan air dari PDAM dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sejumlah unsur turut berada di lokasi, di antaranya PLN, Palang Merah Indonesia (PMI), Satpol PP, TNI, dan Polri. Masing-masing menjalankan tugas sesuai kewenangannya.
Sofyan menyebutkan, proses pemadaman berlangsung sekitar 30 hingga 45 menit. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Secara SOP, setelah pendinginan kami menunggu sekitar satu jam sampai benar-benar tidak ada asap yang keluar, termasuk asap sisa panas dari bara api,” jelasnya.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas dari masyarakat sekitar, api diduga berasal dari rumah milik Haji Fatma. Rumah tersebut disebut telah kosong selama kurang lebih satu minggu karena penghuninya berada di Mamburungan.
Sebelum kebakaran terjadi, menurut informasi awal, ada pihak yang berupaya mematikan aliran listrik di bagian depan rumah. Namun, belum diketahui apakah tindakan tersebut berkaitan dengan munculnya api.
Sofyan menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Pemeriksaan lebih lanjut menjadi kewenangan kepolisian.
“Kami tidak bisa menduga-duga penyebabnya. Untuk kepastian sumber dan penyebab kebakaran, silakan menunggu hasil pemeriksaan pihak kepolisian,” tegasnya.
Dalam proses pemadaman, petugas juga menghadapi kendala akses. Setelah melakukan penilaian awal, Damkar sempat meminta bantuan tambahan dari Pertamina karena lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman padat.
Namun, kendaraan berukuran besar milik Pertamina dilaporkan tidak dapat menjangkau lokasi akibat keterbatasan akses jalan. Meski demikian, petugas tetap melanjutkan pemadaman menggunakan armada yang tersedia hingga api berhasil dikendalikan.
Dari pendataan awal, kebakaran berdampak pada dua unit rumah, termasuk bagian pagar. Salah satu pagar dilaporkan terlepas dengan sendirinya.
Di salah satu rumah yang terdampak, terdapat tiga orang penghuni. Petugas juga menerima informasi mengenai seorang warga penyandang disabilitas yang tidak dapat berbicara di sekitar lokasi. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya memastikan keselamatan warga.
Menyikapi kejadian tersebut, Sofyan mengimbau masyarakat agar memastikan instalasi dan aliran listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Menurutnya, langkah pencegahan tidak cukup hanya dengan mematikan lampu di bagian depan rumah. Warga perlu memeriksa seluruh peralatan listrik yang tidak diperlukan serta memastikan instalasi dalam kondisi aman.
“Kami mengimbau masyarakat yang rumahnya kosong agar benar-benar memastikan aliran listriknya aman. Periksa terlebih dahulu sebelum meninggalkan rumah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sofyan
Editor: Nurul Mujib Lamunsari
Berita Terkait

Skenario Terburuk Penerbangan Diuji, Bandara Juwata Simulasi Penanganan Darurat

Desakan Berbuah Hasil, Speed Bump Halmahera Tarakan Bakal Dibongkar

Drainase Cenderawasih Tarakan Menunggu Pemprov Bergerak

Jalan Gajah Mada Tarakan Tak Kunjung Mulus usai Sepekan Sidak, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemerintah

Sekolah Rakyat Kehilangan 77 Hari

Jalan Ditutup Tiga Bulan, Pengunjung Pantai Amal Lama Anjlok

Batu Bara Pantai Amal Masih Berasap, DPUTR Siapkan Penimbunan
JPU Dinilai Keliru Tafsirkan Aturan Pendidikan Kesetaraan dalam Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Tiga Anggota Polresta Bulungan Dipecat Tidak Hormat

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

