logo
Wilayah

Desak Penambahan Penerbangan Logistik TNI ke KrayanJelang Nataru

Minggu, 08 November 2026

Desak Penambahan Penerbangan Logistik TNI ke KrayanJelang Nataru

Ryan Antoni saat menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan penambahan penerbangan dorongan logistik TNI ke wilayah Krayan. (IST)

Ukuran Teks
Normal

NUNUKAN – Kebutuhan logistik masyarakat di lima kecamatan wilayah Krayan diperkirakan meningkat menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Mengantisipasi potensi lonjakan tersebut, Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan (LPADKT) Kabupaten Nunukan mendesak penambahan frekuensi penerbangan dorongan logistik (dorlog) TNI ke wilayah perbatasan.

Ketua DPC LPADKT Kabupaten Nunukan, Ryan Antoni, menilai dukungan angkutan udara TNI masih menjadi kebutuhan penting untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan barang kebutuhan masyarakat di Krayan. Terlebih, keterbatasan akses transportasi darat membuat distribusi logistik ke wilayah tersebut sangat bergantung pada jalur udara.

Ryan yang juga anggota DPRD Nunukan itu berharap Panglima TNI memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di lima kecamatan Krayan dengan mengoptimalkan dukungan penerbangan dari TNI Angkatan Udara (AU) maupun TNI Angkatan Laut (AL).

“Yang kita minta sekarang supaya Panglima TNI juga mendengar kondisi di perbatasan, khususnya lima kecamatan di Krayan. Mereka membutuhkan penambahan armada untuk ke sana. Kalau bisa Angkatan Laut dan Angkatan Udara, jangan hanya salah satu,” ungkapnya, Sabtu (8/11).

Dia menjelaskan, kebutuhan logistik menjelang Natal di Krayan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan daerah lain. Rangkaian perayaan Natal tidak hanya berlangsung pada 25 Desember, tetapi sudah dimulai sejak awal Desember. Bahkan, sejumlah kegiatan keagamaan telah dilaksanakan sejak akhir November.

Dengan lebih dari 100 gereja yang tersebar di wilayah Krayandan empat denominasi gereja, kebutuhan bahan pangan maupun barang lainnya dipastikan meningkat. Setiap gereja juga menggelar berbagai kegiatan, mulai dari perayaan umum, kaum pria, kaum wanita, pemuda hingga sekolah minggu. Belum termasuk kegiatan kelompok doa dan persekutuan lainnya.

“Artinya kebutuhan logistik di sana berkali-kali lipat. Setiap tahun trennya semakin meningkat. Ini yang harus diantisipasi sejak sekarang, jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan barang karena keterbatasan angkutan,” ujarnya.

Ryan mengingatkan, dukungan penerbangan dorlog TNI ke Krayan sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Kerja sama pengangkutan logistik bersama TNI AL, menurut dia, sudah dimulai sejak 2005 melalui inisiatif LPADKT yang saat itu dipelopori sejumlah tokoh adat.

Selanjutnya, pada 2017, Ryan mengaku turut menginisiasi kerja sama dengan TNI AU melalui komunikasi dan penyampaian surat kepada Panglima TNI serta jajaran terkait. Upaya tersebut kemudian mendapat respons berupa dukungan pengangkutan logistik ke wilayah Krayan.

Sejak saat itu, penerbangan dorlog menjadi salah satu penopang distribusi barang dari Tarakan menuju Krayan. Bahkan, berdasarkan pengalamannya saat terlibat langsung dalam pengelolaan kegiatan tersebut, penerbangan bantuan logistik pernah berlangsung dengan frekuensi cukup intensif.

“Dulu dalam satu hari bisa tiga kali penerbangan Angkatan Udara dan tiga kali Angkatan Laut. Bahkan terkadang keduanya beroperasi bersamaan. Ini yang pernah kita rasakan dan sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.

Namun, Ryan tidak menampik pelaksanaan dorlog tahun ini menghadapi sejumlah hambatan. Dia menilai dukungan penerbangan yang sebelumnya berjalan cukup intensif tidak lagi berlangsung seperti periode sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena terjadi menjelang peningkatan kebutuhan masyarakat pada momentum Nataru.

Dia khawatir, apabila frekuensi penerbangan tidak ditingkatkan, distribusi barang kebutuhan pokok akan terganggu ketika rangkaian perayaan Natal mulai berlangsung di berbagai wilayah Krayan.

“Yang menjadi perhatian kita, jangan sampai ketika kebutuhan masyarakat meningkat, dukungan penerbangan justru tidak maksimal. Kita berharap komitmen bantuan logistik yang sudah berjalan sejak lama tetap dilanjutkan dan ditingkatkan,” katanya.

Dari sisi kapasitas angkut, Ryan menyebut pesawat TNI memiliki kemampuan membawa logistik lebih besar dibandingkan armada penerbangan pemerintah daerah. Dia memperkirakan kapasitas angkutan pesawat pemerintah daerah sekitar 1,2 ton dalam sekali penerbangan, sedangkan pesawat TNI dapat mengangkut lebih banyak muatan, bergantung pada jenis pesawat dan ketentuan operasional.

Karena itu, dia berharap seluruh dukungan penerbangan yang memungkinkan dapat dioptimalkan. Keterlibatan TNI AU dan TNI AL secara bersamaan dinilai dapat memperkuat kapasitas distribusi sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu layanan penerbangan.

“Kalau ada pihak yang siap membantu, jangan dihalangi. Kalau memang tidak bisa membantu, minimal jangan mengganggu pihak yang mau membantu memenuhi kebutuhan logistik masyarakat Krayan,” tegasnya.

Menurut Ryan, penambahan penerbangan dorlog tidak semata-mata dibutuhkan untuk menghadapi Nataru, tetapi juga harus menjadi perhatian berkelanjutan. Sebab, persoalan distribusi dan tingginya biaya logistik masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat di lima kecamatan Krayan.

Untuk mendorong penguatan layanan tersebut, dia berencana menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk Panglima TNI, pemerintah daerah, pemangku adat serta tokoh masyarakat Krayan.

“Kita meminta frekuensi penerbangan ditambah sesuai semangat dan komitmen bantuan logistik yang pernah disampaikan Panglima TNI. Ini kebutuhan masyarakat. Harapan kita, Angkatan Udara dan Angkatan Laut sama-sama bisa membantu, sehingga kebutuhan logistik masyarakat Krayan dapat terpenuhi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Asrin

Redaktur: Fathu Rizqil Mufid

logo

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com