logo
Wilayah

Akses Kesehatan Krayan Tengah Terbatas

Kamis, 05 November 2026

Akses Kesehatan Krayan Tengah Terbatas

Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Hj Miskia, saat meninjau langsung kesiapan PKM Binuang di Kecamatan Krayan Tengah yang ditargetkan mulai beroperasi November ini. (IST)

PKM Binuang Ditargetkan Beroperasi November

Ukuran Teks
Normal

NUNUKAN – Keterbatasan akses pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi masyarakat Kecamatan Krayan Tengah, Kabupaten Nunukan. Jarak menuju fasilitas kesehatan lain yang relatif jauh membuat kehadiran Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Binuang menjadi kebutuhan mendesak bagi warga di wilayah perbatasan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) kini mematangkan persiapan operasional PKM Binuang. Fasilitas kesehatan tersebut ditargetkan mulai beroperasi penuh pada November 2026.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Hj Miskia, turun langsung meninjau kondisi PKM Binuang di Kecamatan Krayan Tengah, Kamis (5/11).

Peninjauan mencakup kondisi fisik bangunan, kelengkapan sarana dan prasarana, hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang akan mendukung pelayanan.

Miskia mengatakan, operasional puskesmas tidak cukup hanya mengandalkan kesiapan bangunan. Ketersediaan fasilitas penunjang dan tenaga kesehatan juga harus dipastikan agar pelayanan dapat berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan seluruh persiapan benar-benar matang sebelum PKM Binuang mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kesiapan bangunan harus diikuti dengan ketersediaan sarana prasarana dan tenaga kesehatan,” terangnya.

Menurutnya, keberadaan PKM Binuang diharapkan dapat menjawab persoalan keterbatasan akses pelayanan kesehatan yang selama ini dirasakan masyarakat Krayan Tengah.

“Masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau. Karena itu, kami menargetkan PKM Binuang dapat segera beroperasi penuh pada November ini,” tegasnya.

Selain melakukan pemeriksaan teknis, Miskia juga menggelar pertemuan bersama tokoh adat dan para kepala desa se-Kecamatan Krayan Tengah. Pertemuan tersebut bertujuan membangun dukungan masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menunjang keberlangsungan pelayanan kesehatan.

“Dukungan tokoh adat dan pemerintah desa sangat penting. Kami berharap seluruh elemen masyarakat ikut mendukung keberadaan PKM Binuang agar pelayanan kesehatan di wilayah ini bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” katanya.

Selama ini, jarak menuju fasilitas kesehatan lain menjadi salah satu kendala warga ketika membutuhkan penanganan medis. Dengan beroperasinya PKM Binuang, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar secara lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

“Harapan kami, setelah beroperasi nanti masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan yang sama ketika membutuhkan pelayanan kesehatan dasar. Fasilitas ini harus benar-benar bisa dimanfaatkan oleh warga,” tambahnya.

Masyarakat juga berharap peresmian PKM Binuang dapat dilakukan langsung oleh Bupati Nunukan Irwan Sabri. Momentum tersebut diharapkan menjadi awal peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Kecamatan Krayan Tengah.

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pelayanan berjalan secara berkelanjutan. Ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan, serta fasilitas penunjang harus menjadi perhatian agar operasional PKM Binuang tidak sekadar memenuhi target pembukaan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

Reporter: Asrin

Redaktur: Fathu Rizqil Mufid

logo

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com