Embung Lapri Mulai Mengering
Kamis, 05 November 2026

Camat Sebatik Utara bersama Kepala Desa Lapri dan pihak terkait saat meninjau kondisi Embung Lapri yang mulai mengering, Rabu (4/11). (IST)
Ancaman Krisis Air Bersih Mengintai Sebatik Utara
NUNUKAN – Menyusutnya debit air Embung Lapri di Desa Lapri, Kecamatan Sebatik Utara, Kabupaten Nunukan, mulai memicu kekhawatiran terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Kondisi embung yang semakin mengering dikhawatirkan berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air warga jika tidak segera diantisipasi.
Menyikapi kondisi tersebut, Camat Sebatik Utara Andi Calo bersama Kepala Desa Lapri Syamsu Rijal turun langsung meninjau embung, Rabu (4/11). Peninjauan itu turut melibatkan jajaran pemerintah kecamatan dan Kepala PDAM Sebatik.
Andi Calo mengatakan, penurunan debit air Embung Lapri harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Terlebih, sumber air tersebut memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan air bersih di wilayah Sebatik Utara.
“Kita melihat langsung kondisi embung yang debit airnya mulai menurun. Ini perlu menjadi perhatian bersama, karena air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, langkah antisipasi perlu disiapkan sejak dini melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah tidak boleh menunggu hingga masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih baru mengambil tindakan.
“Jangan sampai kita baru bergerak ketika masyarakat sudah mengalami kesulitan air. Karena itu, kondisi di lapangan harus kita lihat dan antisipasi sejak sekarang,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan ketersediaan air bersih tidak bisa ditangani hanya oleh pemerintah kecamatan. Diperlukan keterlibatan pemerintah desa dan PDAM untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus merumuskan langkah penanganan sesuai kondisi sumber air.
“Kita perlu duduk bersama, melihat apa yang bisa dilakukan dan bagaimana mengantisipasi jika debit air terus berkurang. Yang paling penting, kebutuhan masyarakat harus tetap menjadi prioritas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Lapri Syamsu Rijal bersama pihak terkait turut mencermati kondisi embung yang selama ini menjadi salah satu sumber penting penyediaan air di wilayah tersebut.
Keterlibatan Kepala PDAM Sebatik dalam peninjauan juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sumber air serta kebutuhan pelayanan distribusi air kepada masyarakat.
Andi Calo berharap, peninjauan tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pemantauan, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah konkret untuk mengantisipasi kemungkinan berkurangnya pasokan air bersih.
“Kondisi ini harus kita sikapi dengan langkah nyata. Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa mengantisipasi potensi kesulitan air bersih bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Asrin
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
Berita Terkait

Janjikan Untung Rp21 Juta dari Modal Rp30 Juta

Akses Kesehatan Krayan Tengah Terbatas

Kunjungan Wisman ke Nunukan Turun 31,88 Persen

Tampung Kelapa Kecil yang Ditolak Tengkulak

Diduga Jadi Lokasi Transaksi Sabu, Rumah di Desa Libang Dibongkar Warga

Inflasi Nunukan Tembus 2,75 Persen

Kapolres Nunukan Larang Anggota Gunakan Vape di Mako
JPU Dinilai Keliru Tafsirkan Aturan Pendidikan Kesetaraan dalam Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Tiga Anggota Polresta Bulungan Dipecat Tidak Hormat

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

Uji Kompetensi Lima Calon Sekda Nunukan di LAN Makassar

