Asap Bawah Tanah di Kampung Empat Tarakan Belum Hilang
Jumat, 30 Oktober 2026

Warga mengecek lokasi material yang diduga batu bara dan masih mengeluarkan asap di kawasan kebun RT 12, Kelurahan Kampung Empat, Tarakan. (IST)
TARAKAN – Asap tipis masih mengepul dari dalam tanah di kawasan kebun warga RT 12, Jalan Nangka 1, Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan. Meski upaya pemadaman telah dilakukan hingga malam hari, material yang diduga batu bara di bawah permukaan tanah ternyata masih menyisakan bara.
Kondisi ini menjadi perhatian warga karena asap dari titik tersebut telah terpantau sekitar satu bulan. Kekhawatiran muncul setelah kepulan asap sempat terlihat lebih banyak dan upaya pemadaman sebelumnya belum sepenuhnya menuntaskan pembakaran.
Ketua RT 12 Kampung Empat, Supriyono, mengatakan, awalnya warga melakukan pembakaran sampah di lahan tersebut. Namun, setelah api membakar bagian permukaan, diketahui terdapat material yang diduga batu bara di bawah tanah.
“Lahan warga saja. Waktu membakar sampah, ternyata di bawahnya itu ada batu bara,” terang Supriyono saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, lokasi yang terdampak memiliki diameter sekitar lima meter dan berada di area kebun. Jaraknya dari permukiman warga diperkirakan sekitar 50 meter.
Upaya pemadaman sebelumnya telah dilakukan sejak Kamis sore hingga sekitar pukul 21.00 WITA. Namun, saat dilakukan pengecekan kembali pada pagi hari, masih ditemukan sedikit asap dari lokasi tersebut.
“Sudah diupayakan pemadaman sampai malam. Hari ini saya suruh cek ulang, masih ada sedikit asap,” katanya.
Supriyono menjelaskan, kondisi tersebut bukan berarti api kembali membesar. Asap yang terlihat saat ini disebut merupakan sisa bara atau material yang masih menyimpan panas setelah proses pemadaman sebelumnya.
Kondisi serupa disebut telah terpantau selama sekitar satu bulan, meski sebelumnya asap yang muncul tidak terlalu besar. Situasi kemudian menjadi perhatian setelah asap yang keluar dari titik tersebut terlihat lebih banyak pada kejadian sebelumnya.
“Bukan nyala lagi, masih sisa-sisanya karena kemarin ada keterbatasan kemampuan untuk pemadaman,” jelasnya.
Ia menegaskan, warga berharap lokasi tersebut benar-benar dipadamkan untuk mencegah munculnya kembali asap maupun potensi kebakaran yang lebih besar.
“Harapan warga jelas dipadamkan,” tegas Supriyono.
Supriyono juga menyebut, titik yang mengeluarkan asap tersebut sejauh ini hanya ditemukan di satu lokasi. Berdasarkan kondisi di lapangan, material yang terbakar diduga kuat merupakan batu bara.
Ia mengatakan, kawasan perbukitan dan kebun di wilayah Kampung Empat memang dikenal memiliki potensi kandungan batu bara, khususnya wilayah yang membentang dari sekitar RT 12 hingga RT 4.
“Indikasinya memang yang terbakar batu bara. Karena di wilayah Kampung Empat ini, yang di gunung dan kebun memang wilayah batu bara, dari RT 12 sampai RT 4,” ungkapnya.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat yang beraktivitas di lahan, terutama saat membersihkan kebun dengan cara membakar sampah. Material yang berada di bawah permukaan tanah berpotensi ikut terbakar dan menyisakan bara yang sulit dipadamkan.
Hingga pemantauan terakhir, asap di lokasi masih terlihat meski dalam jumlah sedikit. Pemerintah dan instansi terkait diharapkan turun memastikan kondisi tersebut benar-benar aman sekaligus melakukan penanganan lanjutan apabila material yang diduga batu bara masih mengalami pembakaran di bawah permukaan tanah.
Penanganan secara menyeluruh diperlukan agar persoalan ini tidak berhenti pada pemadaman sementara. Sebab, bara yang masih tersimpan di dalam tanah berpotensi kembali mengeluarkan asap dan memicu kebakaran apabila tidak ditangani hingga tuntas. (*)
Reporter: Sofyan
Editor: Nurul Mujib Lamunsari
Berita Terkait

Tarif THC Tarakan Tak Bergerak Sejak 2017

Baut Bekas Polisi Tidur Jadi Kekhawatiran Baru

Dua Speed Bump Jalan Halmahera Tarakan Dibongkar

Dua Rumah Terdampak Kebakaran di RT 31 Sebengkok

Skenario Terburuk Penerbangan Diuji, Bandara Juwata Simulasi Penanganan Darurat

Desakan Berbuah Hasil, Speed Bump Halmahera Tarakan Bakal Dibongkar

Drainase Cenderawasih Tarakan Menunggu Pemprov Bergerak
JPU Dinilai Keliru Tafsirkan Aturan Pendidikan Kesetaraan dalam Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Tiga Anggota Polresta Bulungan Dipecat Tidak Hormat

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

