logo
Wilayah

Agar Anak Pedakaman Tak Tertinggal Literasi

Senin, 26 Oktober 2026

Agar Anak Pedakaman Tak Tertinggal Literasi

ToT Fasilitator Daerah Program Literasi Dasar Kelas Awal Wilayah Pedalaman dan Terpencil yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, (IST)

Ukuran Teks
Normal

NUNUKAN – Meningkatkan kemampuan membaca anak di wilayah pedalaman dan terpencil tidak cukup hanya dengan menyediakan ruang belajar. Guru juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar metode pembelajaran literasi dasar dapat diterapkan sesuai kebutuhan murid.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nunukan menyiapkan guru-guru terpilih menjadi fasilitator daerah. Mereka diharapkan memperkuat kemampuan mengajar sekaligus mendekatkan pendampingan kepada sekolah-sekolah yang sulit dijangkau.

Upaya itu dilakukan melalui Training of Trainers (ToT) Fasilitator Daerah Program Literasi Dasar Kelas Awal Wilayah Pedalaman dan Terpencil yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Senin (26/10), di ruang pertemuan lantai IV Kantor Bupati Nunukan.

Kegiatan tersebut dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Muhammad Amin, mewakili Bupati Nunukan.

Pelatihan melibatkan guru-guru terpilih dari Krayan, Sebuku, Sembakung, Sei Menggaris, dan Lumbis. Mereka dipersiapkan menjadi penggerak peningkatan literasi di wilayah masing-masing.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Muhammad Amin, pemerintah daerah menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk kawasan yang memiliki keterbatasan akses dan pendampingan. 

“Peningkatan kualitas pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Nunukan, termasuk daerah pedalaman dan terpencil,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pembelajaran dan membagikan keterampilan kepada guru lain. 

Dengan pola tersebut, penguatan kapasitas tenaga pendidik diharapkan dapat berlangsung lebih dekat dengan sekolah dan kebutuhan murid. 

Policy Adviser INOVASI Jakarta, Balasilius Bengoteku, menjelaskan bahwa fasilitator memiliki peran penting untuk mendekatkan pendampingan kepada guru, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Menurutnya, keterbatasan jangkauan pengawasan membuat keberadaan fasilitator daerah dan fasilitator di tingkat gugus menjadi penting untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran. 

“Apabila kepala dinas terlalu jauh, pengawasnya kurang, dan bupatinya sibuk, yang menjadi andalan para guru adalah para fasilitator. Ada fasilitator daerah dan ada fasilitator di gugus. Ini akan mendekatkan yang jauh,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan fasilitator dapat membantu guru menjalankan tugas secara lebih optimal di kelas, khususnya dalam membangun kemampuan literasi dasar anak sejak kelas awal. 

Pendampingan yang lebih dekat diharapkan memperkuat penerapan metode pembelajaran di sekolah. Sebab, peningkatan literasi tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan sesaat, tetapi juga membutuhkan penguatan keterampilan guru dan pendampingan berkelanjutan. 

"Program ini menjadi salah satu upaya memperluas dukungan peningkatan mutu pembelajaran hingga ke sekolah-sekolah di kawasan pedalaman dan terpencil Nunukan," tambahnya.

Guru yang mengikuti pelatihan diharapkan menjadi penghubung pengetahuan sekaligus membantu rekan sejawat mengatasi tantangan pembelajaran sesuai kondisi di wilayah masing-masing.

"Penguatan kapasitas guru tersebut dapat mendorong pembelajaran literasi dasar yang lebih efektif, sehingga anak-anak di wilayah terpencil memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan kemampuan membaca dan memahami materi sejak dini," tuturnya. (*)

Reporter: Asrin

Redaktur: Nurul Mujib Lamunsari

logo

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com