TNI AU Bentuk Skadron Drone Tempur di Tarakan
Jumat, 10 Oktober 2025

Andreas A. Dhewo
TARAKAN, Koran Kaltara – TNI Angkatan Udara memandang Kalimantan Utara sebagai wilayah perbatasan yang sangat strategis. Karena itu, TNI AU akan membangun Skadron UAV (Unmanned Aerial Vehicle) di Lanud Anang Busra Tarakan.
“Pimpinan TNI dan juga TNI AU menganggap perlu untuk dibangunnya Skadron UAV, yang nanti rencana tahun depan akan diresmikan di Lanud Anang Busra oleh pimpinan TNI AU. Namanya adalah Skadron 53. Nah nanti berupa drone militer, Insya Allah rencana dari China, yaitu CH-4 yang diproduksi oleh China Aerospace Technic and Corporation,” terang Komandan Lanud Anang Busra Tarakan, Marsma TNI Andreas A. Dhewo, Jumat (10/10).
Pesawat jenis CH-4 ini memiliki kemampuan terbang hingga jarak 5.000 kilometer dan mampu bertahan di udara selama 30 hingga 40 jam. Selain berfungsi sebagai wahana pengintai, drone ini juga dapat dipersenjatai dengan misil, rudal, atau bom.
“Karena sifatnya selain untuk ISR (Intelligence, Surveillance, Reconnaissance) serta juga sebagai attack drone. Drone yang bisa menyerang,” ucapnya.
Sebagai dukungan terhadap pembentukan Skadron UAV, Lanud Anang Busra kini telah naik status dari tipe B menjadi tipe A. Kenaikan ini diikuti dengan peningkatan struktur jabatan dan personel.
“Danlanud-nya sekarang adalah Marskal Bintang 1. Kemudian untuk para Kadis yang tadinya Letnan Kolonel menjadi Kolonel. Itu juga akan diikuti ke depan dengan penambahan jumlah personel di Lanud Anang Busra,” jelas Andreas.
Lanud Anang Busra kini membawahi wilayah seluruh Provinsi Kalimantan Utara. Di Indonesia, beberapa lanud lain yang juga naik status di antaranya Lanud Ngatuna di Ranai, Lanud Sulaiman di Bandung, Lanud Suwondo di Medan, dan Lanud Husein Sastranegara.
“Tarakan ini merupakan daerah yang strategis, yaitu daerah perbatasan dan juga banyak sumber daya alam yang kita miliki,” ungkapnya.
Rencana pembentukan Skadron 53 UAV ini diharapkan memperkuat sistem pertahanan udara nasional, terutama di kawasan perbatasan utara Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia. (*)
Reporter: Sofyan
Redaktur: Nurul Mujib Lamunsari
Berita Terkait

Nasib 3.000 Peserta JKN Tarakan Menunggu Kepastian

Lanal Nunukan Gagalkan Penyelundupan Balpres Rp62 Juta, Pelaku Kabur ke Malaysia

Mencari Nilai dari Hutan Kayan

Bakar Ban, Massa Desak Pemerintah Tuntaskan Persoalan Tarakan

30 Calon Pekerja Migran Gagal Berangkat ke Malaysia

Menjaga Mutu MBG di Pelosok Kaltara

HUT ke-14 Kaltara, Zainal Optimistis Infrastruktur Perbatasan Tuntas pada 2028
JPU Dinilai Keliru Tafsirkan Aturan Pendidikan Kesetaraan dalam Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Tiga Anggota Polresta Bulungan Dipecat Tidak Hormat

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

