logo
Wilayah

Suara Berderak, Rumpun Bambu Timpa Rumah Warga di Tarakan 

Senin, 26 Oktober 2026

Suara Berderak, Rumpun Bambu Timpa Rumah Warga di Tarakan 

Warga bersama personel BPBD Kota Tarakan mengevakuasi rumpun bambu yang roboh dan menimpa rumah warga di Kelurahan Pamusian, Tarakan. (Sofyan/Koran Kaltara)

Ukuran Teks
Normal

TARAKAN – Bunyi batang patah memecah suasana malam di Gang 3, RT 23, Kelurahan Pamusian, Kota Tarakan. Wahono yang tengah menonton televisi bersama keluarga selepas salat Isya sempat bertanya-tanya tentang suara tersebut. Tak lama berselang, rumpun bambu berukuran besar roboh dan menghantam atap rumahnya sekitar pukul 20.30 Wita.

Peristiwa pada Minggu malam itu membuat lima penghuni rumah panik. Mereka bergegas keluar untuk menyelamatkan diri setelah mendengar suara bambu patah sebelum rumpun tersebut ambruk menimpa bangunan.

Wahono menuturkan, kejadian berlangsung tanpa hujan maupun angin kencang. Sebelum rumpun bambu itu roboh, terdengar suara berderak seperti batang yang patah satu per satu.

“Ya, pasti ada suara, tek-tek-tek begitu. Saya sempat bertanya, suara apa ini, kemudian mendadak jatuh,” terang Wahono saat menceritakan kejadian tersebut, Senin (26/10/2026).

Menurut dia, seluruh anggota keluarga yang berada di dalam rumah langsung keluar setelah mendengar suara benturan. Kepanikan semakin terasa karena mereka tidak mengetahui seberapa besar dampak yang ditimbulkan akibat robohnya rumpun bambu tersebut.

“Keluar semua, cucu saya teriak, anak saya juga teriak,” tuturnya.

Rumpun bambu yang roboh diperkirakan terdiri atas lebih dari 50 batang. Tanaman yang telah tumbuh selama puluhan tahun itu berada di lahan milik warga, tepat di bagian atas rumah Wahono.

Benturan tersebut menyebabkan sekitar tiga lembar seng atap rumah berlubang. Sementara itu, kerusakan lain, termasuk kemungkinan dampak terhadap struktur bangunan, masih perlu diperiksa lebih lanjut. Wahono mengaku belum dapat memastikan total kerugian yang dialaminya.

Wahono menyebut rumpun bambu tersebut sebelumnya sudah dalam kondisi miring. Sebagian bambu di area itu juga telah dipotong setelah terjadi kebakaran di sekitar lokasi.

Menurut penuturannya, pemotongan tersebut membuat sebagian rumpun bambu tidak lagi berada dalam kondisi seperti semula. Ia menduga perubahan kondisi itu berkaitan dengan robohnya bambu yang kemudian menimpa rumahnya.

Selain itu, rumpun bambu tersebut selama ini berfungsi menahan tanah di area sekitarnya. Wahono mengingat, longsor pernah terjadi di sekitar lokasi sekitar lima tahun lalu.

Meski demikian, penyebab pasti robohnya rumpun bambu kali ini belum diketahui. Pemeriksaan terhadap kondisi tanah dan sisa rumpun bambu di lokasi diperlukan untuk memastikan faktor yang memicu kejadian tersebut.

Posisi rumpun bambu yang berada di dekat permukiman menjadi perhatian tersendiri. Kondisi tanaman yang miring, perubahan setelah pemotongan, serta keadaan tanah di sekitarnya perlu diperiksa guna mengantisipasi potensi kejadian serupa.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan melakukan evakuasi rumpun bambu yang menimpa rumah warga.

Petugas menggunakan gergaji mesin (chainsaw) dan sejumlah peralatan pendukung untuk memotong serta menyingkirkan batang bambu dari bagian rumah yang terdampak.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat tiga lembar seng atap yang berlubang akibat tertimpa rumpun bambu. Besaran kerugian material belum dapat dipastikan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi bahaya di sekitar permukiman tidak selalu datang dalam bentuk hujan deras atau angin kencang. Tanaman berukuran besar yang tumbuh di lereng atau dekat bangunan juga perlu mendapat perhatian, terutama jika kondisinya miring, telah mengalami pemotongan, atau berada di tanah yang berpotensi bergerak.

Warga di sekitar lokasi diharapkan tetap berhati-hati dan menghindari area yang masih berisiko hingga proses evakuasi serta pemeriksaan kondisi lingkungan selesai dilakukan. (*)

Reporter: Sofyan

Editor: Nurul Mujib Lamunsari

logo

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com