Malinau Siap Gelar Porprov Kaltara II
Jumat, 11 September 2026

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Utara, Bustan. (IST)
TANJUNG SELOR – Kabupaten Malinau dipastikan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara (Kaltara) II yang dijadwalkan berlangsung 10–22 November 2026.
Persiapan penyelenggaraan terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Malinau disebut telah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk memastikan pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut berjalan sesuai rencana.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Bustan, mengatakan pelaksanaan Porprov tetap berjalan meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran.
Dukungan anggaran, kata dia, tetap disiapkan untuk memastikan agenda olahraga tersebut dapat terlaksana.
“Pemerintah melalui pimpinan rapat, Pak Zainal, memberikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pelaksanaan Porprov yang akan datang,” ungkap Bustan.
Anggaran tersebut nantinya dihibahkan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk selanjutnya disalurkan kepada Pengurus Besar (PB) cabang olahraga yang terlibat dalam Porprov.
Namun, di balik persiapan pesta olahraga tersebut, Bustan mengingatkan persoalan lain yang dinilai tak kalah penting. Yakni, potensi atlet-atlet berbakat Kaltara berpindah membela daerah lain.
Menurutnya, Kaltara sebenarnya memiliki banyak atlet potensial. Sayangnya, sebagian di antaranya mulai dilirik dan direkrut daerah lain karena persoalan pembinaan serta jaminan masa depan atlet.
“Sebenarnya kita punya banyak atlet berbakat, namun ada juga daerah lain yang mengambil mereka. Ini harus menjadi perhatian pemerintah,” jelasnya.
Bustan menilai pembinaan atlet tidak boleh hanya dilakukan menjelang pertandingan. Pemerintah perlu memberikan kepastian terhadap masa depan atlet, terutama mereka yang telah menunjukkan prestasi.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan, kata dia, dengan memberikan beasiswa, pembinaan berkelanjutan hingga akses pendidikan di perguruan tinggi lokal.
“Jika ada atlet kita yang berprestasi, kalau bisa kita berikan pembinaan kepada mereka dan beasiswa, atau fasilitas perguruan tinggi lokal supaya mereka tetap berada di Kaltara,” ujarnya.
Menurut Bustan, keberadaan fasilitas pendidikan dan jaminan pembinaan menjadi salah satu cara mempertahankan atlet potensial agar tidak hengkang membela daerah lain.
Sebab, kehilangan atlet berprestasi bukan hanya persoalan perpindahan nama dalam daftar kontingen. Lebih jauh, hal tersebut menyangkut investasi pembinaan yang telah dilakukan Kaltara sejak usia dini.
Karena itu, momentum Porprov Kaltara II di Malinau diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali. Ajang tersebut juga harus menjadi momentum memperkuat sistem pembinaan dan memastikan atlet lokal memiliki masa depan di daerah sendiri.
Dengan pembinaan, pendidikan dan fasilitas yang memadai, atlet Kaltara diharapkan mampu terus berkembang sekaligus tetap membawa nama Kalimantan Utara di berbagai ajang olahraga. (*)
Reporter: Redaksi/Koran Kaltara
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
Berita Terkait

Venue Porprov II Kaltara di Malinau Siap 95 Persen

Pemprov Kaltara Tunggu Putusan Inkrah Pengadilan

Sekprov Tegaskan OPD Tertib Pajak Kendaraan Dinas, ASN Diminta Pakai Plat KU

Gubernur Kaltara: APBD Bisa Dialihkan untuk Masyarakat

Perketat Pengawasan Pajak Alat Berat di Kaltara

Megaproyek Energi Mengintai Kaltara

Soroti Konflik Agraria di Kaltara
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

