IPM Naik, Pendidikan Tarakan Tertahan
Jumat, 06 November 2026

Ilustrasi
TARAKAN – Pembangunan manusia di Kota Tarakan menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2026 meningkat menjadi 79,24, naik 0,62 poin dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 78,62. Namun, di balik kenaikan tersebut, ada satu indikator yang bergerak nyaris tanpa perubahan: pendidikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan memperlihatkan, Harapan Lama Sekolah (HLS) hanya bertambah 0,01 tahun, dari 14,23 menjadi 14,24 tahun. Kondisi serupa terjadi pada Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), yang hanya meningkat dari 10,46 menjadi 10,47 tahun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa rata-rata penduduk Tarakan berusia 25 tahun ke atas baru mengenyam pendidikan sekitar 10 tahun. Capaian ini menjadi catatan di tengah tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kebutuhan tenaga kerja yang semakin kompetitif.
Kenaikan IPM memang menggambarkan perbaikan pembangunan manusia secara umum. Namun, angka tersebut belum otomatis menunjukkan pemerataan akses pendidikan maupun keberhasilan penduduk dalam menuntaskan pendidikan menengah.
Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, menjelaskan, IPM Tarakan 2026 meningkat 0,62 poin atau tumbuh 0,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, periode 2022–2026, IPM Tarakan rata-rata tumbuh 0,80 persen per tahun.
“Peningkatan IPM Kota Tarakan tahun 2026 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, maupun standar hidup layak,” terangnya, Jumat (6/11/2026).
Pada dimensi kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) bayi yang lahir pada 2026 mencapai 74,54 tahun. Angka tersebut meningkat 0,14 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, peningkatan terbesar secara persentase terjadi pada dimensi standar hidup layak. Pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan mencapai Rp13,65 juta per tahun, meningkat Rp693 ribu atau 5,35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, kenaikan pengeluaran per kapita tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Angka rata-rata tidak serta-merta menunjukkan seluruh masyarakat mengalami peningkatan daya beli yang sama. Kesenjangan pendapatan dan kemampuan ekonomi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah tetap menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.
Dari sisi perbandingan wilayah, IPM Tarakan mencapai 79,24, berada di atas rata-rata Kalimantan Utara sebesar 74,81 dan nasional sebesar 76,59.
Sementara itu, kabupaten lain di Kaltara mencatatkan IPM masing-masing sebesar 75,91 untuk Malinau, 75,04 untuk Bulungan, 72,68 untuk Tana Tidung, dan 70,85 untuk Nunukan.
Meski berada di atas rata-rata provinsi dan nasional, capaian tersebut tidak seharusnya membuat pemerintah daerah berpuas diri. IPM Tarakan masih berada dalam kategori tinggi, belum mencapai kategori sangat tinggi yang dimulai dari angka 80.
Tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan kenaikan angka IPM, melainkan memastikan peningkatan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat melalui akses pendidikan yang lebih baik, layanan kesehatan yang merata, serta peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Terlebih, kenaikan rata-rata lama sekolah yang hanya 0,01 tahun menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Perlu dipastikan apakah akses pendidikan sudah menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk warga kurang mampu dan mereka yang berisiko putus sekolah.
Dengan demikian, keberhasilan pembangunan manusia di Tarakan tidak cukup diukur dari kenaikan angka statistik setiap tahun. Lebih penting lagi, bagaimana angka tersebut mencerminkan perubahan nyata dalam kualitas hidup masyarakat. (*)
Reporter: Sofyan
Editor: Nurul Mujib Lamunsari
Berita Terkait

Api Melahap Rumah, Satu Keluarga di Tarakan Nyaris Kehilangan Segalanya

Vape Jadi Celah Baru Peredaran Narkoba

Drone Militer Perkuat Pengawasan Wilayah Perbatasan Kaltara

Sisa Gaji Dibayar Senin, Buruh Intracawood Tarakan Cabut Ancaman Mogok

44 HP Disita, BNNP Kaltara Telusuri Bandar Sabu dari Balik Lapas

Dua Bulan, 42 Kilogram Sabu Disita di Kaltara

Kaltara Bidik Transaksi Karbon Mangrove pada 2028
JPU Dinilai Keliru Tafsirkan Aturan Pendidikan Kesetaraan dalam Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Tiga Anggota Polresta Bulungan Dipecat Tidak Hormat

Razia Gabungan Temukan Narkoba di Kampung Bersinar Tarakan

239 Peserta dari Sabah Meriahkan Iraw Tidung Borneo Bersatu di Nunukan

