logo
Wilayah

239 Peserta dari Sabah Meriahkan Iraw Tidung Borneo Bersatu di Nunukan

Jumat, 09 Oktober 2026

239 Peserta dari Sabah Meriahkan Iraw Tidung Borneo Bersatu di Nunukan

Rombongan Persatuan Pertumbuhan Etnik Perpaduan Tawau (PPET) Sabah, Malaysia, tiba di Nunukan untuk mengikuti Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV. (IST)

Ukuran Teks
Normal

NUNUKAN — Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026 di Kabupaten Nunukan menjadi ajang mempererat hubungan masyarakat serumpun lintas negara. Sebanyak 239 peserta dari Sabah, Malaysia, turut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung di Baloi atau Rumah Adat Suku Tidung, Desa Binusan, Jumat (9/10).

Berdasarkan data panitia, kegiatan tersebut diikuti 1.287 peserta. Selain 239 peserta dari Sabah, sebanyak 1.048 peserta lainnya berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).

Kontingen dari Sarawak, Brunei Darussalam, dan Filipina juga dijadwalkan hadir menyusul sesuai kesiapan masing-masing.

Salah satu rombongan yang telah tiba di Nunukan ialah Persatuan Pertumbuhan Etnik Perpaduan Tawau (PPET) Sabah. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga kedekatan masyarakat lintas batas yang memiliki ikatan budaya.

Timbalan rombongan PPET Tawau, Puan Malina binti Mustapa, mengatakan sebanyak 12 anggota persatuan turut mengikuti kegiatan tersebut. Tahun ini menjadi pengalaman pertama mereka berpartisipasi dalam Iraw Tidung Borneo Bersatu.

“Kami sangat menghargai undangan ini dan merasa teruja dengan sambutan yang diberikan. Kehadiran pelbagai etnik dalam kegiatan ini menunjukkan semangat kebersamaan yang sangat baik,” ujar Malina.

Menurutnya, pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat dari berbagai wilayah untuk saling mengenal dan memperkuat hubungan kekeluargaan.

Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan agar komunikasi antarkomunitas di kawasan perbatasan semakin erat.

“Saya berharap pada masa akan datang, kegiatan seperti ini akan lebih maju dan terus berkembang. Semoga silaturahmi yang terjalin dengan baik ini dapat berterusan antara Tawau, Nunukan, Tarakan dan seluruh masyarakat di Borneo,” katanya.

Malina menambahkan, keikutsertaan PPET Tawau juga menjadi kesempatan memperluas hubungan antarorganisasi masyarakat sekaligus mengenal keragaman adat dan budaya setiap kelompok etnik.

Sementara itu, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., saat membuka kegiatan menekankan pentingnya menjaga persatuan dan melestarikan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, kesamaan akar budaya harus menjadi kekuatan untuk membangun hubungan harmonis, termasuk dengan masyarakat serumpun di luar negeri.

“Tidung Borneo Bersatu bukan sekadar nama, melainkan semangat yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Bersatu dalam menjaga adat, bersatu dalam membangun daerah, dan bersatu dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Irwan.

Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan kebanggaan terhadap identitas budaya sendiri. Bahasa, adat istiadat, dan tradisi perlu terus diwariskan agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Jangan malu terhadap adat dan budaya sendiri. Sebaliknya, kita harus bangga, menjaga kelestariannya, dan mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, bahkan hingga ke tingkat dunia,” ujarnya.

Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV berlangsung selama empat hari, mulai 9 hingga 12 Oktober 2026. Berbagai pertunjukan seni dan perlombaan budaya digelar untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi masyarakat Tidung.

Sejumlah penampilan yang memeriahkan kegiatan tersebut di antaranya Rudot, tarian kolosal Pagun Binusan, Tari Busak Malay, Japin bersama, seni bela diri, serta olahraga tradisional. (*)

Reporter: Asrin

Redaktur: Fathu Rizqil Mufid 

logo

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com