logo
Wilayah

Tekankan Investasi, Ekonomi Rakyat dan Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 12 Oktober 2026

Tekankan Investasi, Ekonomi Rakyat dan Pembangunan Berkelanjutan

Bupati Bulungan Syarwani saat memimpin upacara peringatan Hari Jadi ke-236 Kota Tanjung Selor dan ke-66 Kabupaten Bulungan, Senin (12/10). (IST)

Penjelasan Bupati pada Hari Jadi Bulungan ke-66

Ukuran Teks
Normal

TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Jadi ke-236 Kota Tanjung Selor dan ke-66 Kabupaten Bulungan menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan untuk memperkuat arah pembangunan, mulai dari peningkatan investasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga perlindungan lingkungan.

Bupati Bulungan Syarwani menegaskan, pembangunan yang berjalan saat ini merupakan kelanjutan dari fondasi yang telah diletakkan para pendahulu. Karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab menjaga warisan sejarah sekaligus memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Syarwani saat memimpin upacara puncak peringatan hari jadi di Kebun Raya Bunda Ayati, Senin (12/10). Upacara berlangsung dengan nuansa budaya, diikuti peserta yang mengenakan pakaian adat, termasuk bupati yang tampil dengan busana adat Bulungan.

“Pembangunan yang kita laksanakan hari ini merupakan keberlanjutan dari pembangunan sebelumnya, yang pondasinya telah diletakkan oleh para pendahulu kita,” kata Syarwani dalam pidatonya.

Ia mengingatkan, perjalanan Kabupaten Bulungan tidak terlepas dari sejarah Kesultanan Bulungan dan pengabdian para pemimpin terdahulu. Sebagai kabupaten induk di Kalimantan Utara (Kaltara), Bulungan juga memiliki posisi strategis dalam perkembangan provinsi tersebut.

Menurutnya, pembangunan tidak boleh dimaknai sebagai upaya memulai semuanya dari awal. Fondasi yang telah dibangun harus dijaga dan dilanjutkan agar manfaatnya semakin luas.

Salah satu fokus yang disoroti Syarwani ialah penguatan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil.

Melalui program Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (MESRA) yang disalurkan melalui Perumda PT BPR Bank Bulungan, pemerintah daerah mencatat penyaluran kredit lebih dari Rp15 miliar sejak 2023 hingga Agustus 2025.

Program tersebut menyasar petani, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), nelayan, serta kelompok masyarakat lainnya. Skema pembiayaan ini diharapkan dapat memperluas akses permodalan tanpa membebani penerima dengan bunga yang memberatkan.

Di sektor kesehatan, Syarwani turut memaparkan perkembangan penanganan stunting. Prevalensi stunting di Bulungan yang tercatat sebesar 22,6 persen pada 2023 disebut turun menjadi sekitar 18,23 persen pada Agustus 2024.

Ia mengapresiasi keterlibatan kader posyandu, PKK, camat, kepala desa, dan berbagai unsur masyarakat dalam mendukung penurunan angka tersebut.

Menurutnya, peningkatan kualitas kesehatan anak, termasuk melalui pemenuhan gizi, merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Di sektor ekonomi, Syarwani menyebut pertumbuhan ekonomi Bulungan menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data yang dipaparkannya, pertumbuhan ekonomi pada 2022 berada di kisaran 3,85 persen, kemudian meningkat menjadi 5,54 persen pada 2025.

Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi mencapai 10,62 persen pada kuartal II 2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirujuknya.

Sementara itu, realisasi investasi Bulungan pada 2025 disebut mencapai Rp14,5 triliun, melampaui target Rp13,5 triliun yang ditetapkan pemerintah provinsi.

Capaian tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah berkembangnya aktivitas investasi, termasuk pengembangan kawasan industri Tanah Kuning.

Meski demikian, Syarwani menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi harus berjalan seiring dengan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran investor diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

“Pertumbuhan ekonomi dan kehadiran investasi bisa berjalan seiring dengan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengajak investor menanamkan modal di Bulungan dengan menekankan pentingnya kepastian layanan dan kemudahan berusaha. Di sisi lain, ASN diminta menjalankan pelayanan sesuai ketentuan agar tidak menghambat aktivitas investasi.

Syarwani meminta pelaku usaha yang menemukan dugaan praktik pelayanan tidak sesuai aturan untuk melaporkannya secara langsung kepada dirinya.

Selain ekonomi dan investasi, Syarwani menekankan pentingnya pelayanan publik yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Salah satu upaya yang disorot ialah program Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas yang dideklarasikan pada 13 Oktober 2025. Program tersebut diarahkan untuk memperluas akses penyandang disabilitas terhadap layanan kesehatan, pendidikan, transportasi, dan fasilitas publik lainnya.

Pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan dunia usaha, pelaku UMKM, operator speedboat rute Tanjung Selor–Tarakan, serta pengelola perhotelan dalam mendukung aksesibilitas.

Syarwani menegaskan, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha, organisasi sosial, lembaga adat, paguyuban, dan masyarakat harus mengambil bagian sesuai peran masing-masing.

Ia turut mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman suku dan agama. Semangat tenguyun dan senguyun, menurutnya, perlu terus diperkuat sebagai landasan kebersamaan dalam membangun Bulungan.

Pada bagian akhir pidatonya, Syarwani menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, pemerintah provinsi, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, serta masyarakat yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ia juga mengingatkan dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Sebagai langkah perlindungan, pemerintah daerah mengambil kebijakan pembelajaran dari rumah ketika kondisi udara dinilai tidak sehat. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Syarwani menegaskan, peringatan hari jadi harus menjadi ruang evaluasi atas perjalanan pembangunan, bukan sekadar seremoni tahunan. Peningkatan investasi perlu diimbangi dengan pemerataan pelayanan publik, penguatan ekonomi rakyat, perlindungan lingkungan, dan keselamatan masyarakat.

Pada usia ke-66 Kabupaten Bulungan dan ke-236 Kota Tanjung Selor, keberlanjutan pembangunan menjadi pekerjaan bersama. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi dan besarnya investasi, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (*)

Reporter: Redaksi/Koran Kaltara

Redaktur: Fathu Rizqil Mufid

logo

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com