Gandeng IPB dan YKAN, Bulungan Perkuat Pembangunan Hijau Berbasis Riset
Jumat, 30 Oktober 2026

Bupati Bulungan Syarwani saat melakukan kunjungan kerja ke IPB University di Bogor, Kamis (29/10). (IST)
TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memperkuat kolaborasi dengan kalangan perguruan tinggi dan lembaga konservasi untuk mendorong pembangunan hijau yang berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Bupati Bulungan Syarwani ke Institut Pertanian Bogor (IPB) University di Bogor, Kamis (29/10).
Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut evaluasi program Collaboration Innovation Center (CIC) Sekolah Agrokompleks serta pematangan persiapan program hibah Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan di bentang alam Kayan.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Lembaga Pengembangan Agro-Maritim dan Akselerasi Entrepreneurship (LPA2I) IPB University Handian Purwangsa, Direktur Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Herlina Hartanto, perwakilan PT PKN, mitra IPB, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bulungan.
Dalam pertemuan tersebut, Syarwani menegaskan pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan dalam RPJMD Bulungan 2025–2029, yakni mewujudkan daerah yang berdaulat dan unggul melalui pembangunan hijau berkelanjutan.
Menurutnya, potensi Bulungan di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan perlu dikembangkan dengan dukungan riset, inovasi, serta pendampingan dari perguruan tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Bulungan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. Kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan terjaganya alam,” ujar Syarwani.
Ia berharap kolaborasi tersebut mampu menghasilkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki landasan kajian ilmiah. Dengan begitu, potensi sumber daya alam daerah dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Sementara itu, Kepala LPA2I IPB University Handian Purwangsa menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai pengembangan masyarakat desa melalui pendekatan agroforestri yang terintegrasi dengan hilirisasi produk berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Pengembangan itu mencakup pengolahan pascapanen, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar. IPB University juga menyatakan kesiapan mendampingi Pemkab Bulungan melalui pendekatan sains, teknologi, dan kajian kesesuaian lahan agar pengembangan sektor pertanian serta kehutanan sosial berjalan lebih optimal.
“Pertemuan hari ini sangat krusial untuk menyelaraskan capaian evaluasi program CIC dengan rencana pelaksanaan TFCA Kalimantan. Kami ingin memastikan setiap riset, inovasi, dan pendampingan benar-benar berakar pada kebutuhan masyarakat serta mendukung prioritas RPJMD Bulungan,” ungkap Handian.
Di sisi lain, Direktur YKAN Herlina Hartanto mengapresiasi komitmen Pemkab Bulungan dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memberdayakan masyarakat lokal yang telah berjalan sejak 2022.
Sejumlah capaian yang disampaikan meliputi penetapan 11 wilayah perhutanan sosial, terdiri dari 10 hutan desa dan satu hutan adat. Selain itu, dilakukan pemberian insentif bagi lembaga pengelola hutan serta pemberdayaan kelompok perempuan untuk kegiatan restorasi lahan kritis di Desa Long Buang.
Memasuki tahap berikutnya, konsorsium LPA2I IPB University bersama mitra strategis akan mengawal pelaksanaan program hibah TFCA Kalimantan. Program yang direncanakan berlangsung selama 15 bulan tersebut difokuskan pada penguatan produktivitas agroforestri di bentang alam Kayan.
“Program ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan bentang alam Kayan melalui peningkatan produktivitas agroforestri dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Selain melakukan koordinasi, Syarwani juga meninjau Gedung Startup Center (GSC) IPB University. Fasilitas yang dikelola Science Techno Park IPB tersebut menjadi pusat inkubasi bisnis dan pengembangan perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Peninjauan ini diharapkan menjadi referensi bagi Pemkab Bulungan dalam mengembangkan kewirausahaan lokal, meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah, serta membuka ruang kreativitas dan inovasi bagi generasi muda.
Syarwani berharap kerja sama dengan IPB University dan YKAN tidak berhenti pada pertemuan dan koordinasi, tetapi berlanjut menjadi program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Harapan kami, kolaborasi ini mampu melahirkan langkah-langkah konkret dan berkelanjutan. Kita ingin sektor pertanian semakin produktif, hutan tetap terjaga, produk lokal memiliki nilai tambah, dan masyarakat Bulungan semakin mandiri serta sejahtera,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan lembaga konservasi, Pemkab Bulungan mendorong pengembangan potensi ekonomi berbasis sumber daya alam dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (*)
Reporter: Redaksi/Koran Kaltara
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
Berita Terkait

Ahli Hukum UBT Uraikan Unsur Pemalsuan Surat dalam Sidang Lausa Laida

Capaian Posyandu Siklus Hidup Baru 58,54 Persen

Ruko di Sekatak Ludes Terbakar, Saksi Mengaku Dengar Ledakan Tabung Gas

Pemkab Bulungan Dorong 70 Persen Kuota SMA Unggul Garuda untuk Anak Kaltara

Saksi Ungkap Disdikbud Minta Ijazah Lausa Laida Dibatalkan

Datu Buyung Luruskan Sejarah Bulungan, Tanjung Palas Disebut Pusat Pemerintahan Pertama

Sidang Lausa Laida Ungkap Dugaan Intimidasi, Saksi dari PKBM Diminta Batalkan Ijazah
JPU Dinilai Keliru Tafsirkan Aturan Pendidikan Kesetaraan dalam Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Tiga Anggota Polresta Bulungan Dipecat Tidak Hormat

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

