Tana Tidung Siapkan Desa Peduli Pendidikan
Rabu, 21 Oktober 2026

Pelajar Tana Tidung mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 0914/TNT, Senin (5/10/2026). (Kurniawin/Koran Kaltara)
TANA TIDUNG – Upaya mencegah anak putus sekolah dan memperluas akses pendidikan di Kabupaten Tana Tidung (KTT) membutuhkan keterlibatan lebih banyak pihak. Pemerintah desa didorong ikut mengambil peran, mulai dari membantu kebutuhan perlengkapan sekolah hingga menyediakan dukungan transportasi dan beasiswa bagi pelajar yang membutuhkan.
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPPPAPMD) KTT tengah menyiapkan program Desa Peduli Pendidikan. Melalui program ini, setiap desa diharapkan berperan aktif dalam menunjang pendidikan masyarakat di wilayahnya.
Kepala DSPPPAPMD KTT, Arief, mengatakan keterlibatan desa diperlukan agar dukungan terhadap dunia pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah.
“Memang harapan desa itu juga punya peran di situ, memberikan sesuatu, entah berupa bantuan, fasilitas, support kepada dunia pendidikan terutama untuk warga yang ada di wilayahnya. Bisa bentuk perlengkapan sekolah, fasilitas untuk transportasi ke sekolah, tentang beasiswa pun dimungkinkan,” kata Arief, Rabu (21/10/2026).
Dia menambahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mendorong keterlibatan pemerintah desa dalam mendukung pendidikan.
“Termasuk mungkin ke depan juga ada kegiatan lagi yang namanya Desa Peduli Pendidikan, itu juga bagus,” tambahnya.
Menurut Arief, pengembangan program tersebut juga berkaitan dengan peran Bunda Guru Tana Tidung, Vamelia Ibrahim. Dia menilai, peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, bukan hanya mengandalkan pemerintah daerah.
“Ini juga salah satu konkret, kalau boleh bawa nama Bunda Guru, ya. Kan Ibu Vamelia Bunda Guru Tana Tidung. Saya juga berharap bahwa peran untuk pendidikan terutama guru, dan siswa ini tidak hanya dari pemerintah daerah tapi semua pihak ya, baik akademisi termasuk desa,” jelasnya.
Arief berharap, Desa Peduli Pendidikan dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Tana Tidung. Menurut dia, keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu persoalan yang dapat membuat anak kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.
Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan dukungan yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama bagi anak-anak dan generasi muda yang membutuhkan bantuan.
“Saya berharap Desa Peduli Pendidikan ini menjadi satu solusi, bagaimana meningkatkan pendidikan di Tana Tidung. Itu yang untuk masalah desa. Kemudian yang mulai muncul fenomena sosial di mana anak putus sekolah itu kadang melakukan perbuatan yang melanggar norma sosial kemudian juga terutama di jam-jam sekolah, yang seharusnya sekolah kan seperti itu,” ujarnya.
Dia juga berharap persoalan anak putus sekolah dan berbagai dampak sosial yang menyertainya dapat ditangani melalui kepedulian bersama. Arief mengakui, persoalan pelanggaran norma sosial yang melibatkan anak putus sekolah masih menjadi tantangan di Tana Tidung.
“Nah kalau saya sih lebih kepada semua pihak punya kepedulian. Ya siapa pun yang melihat anak-anak yang jam sekolah, di luar jam sekolah, apalagi berbuat melanggar norma. Silakan disampaikan ke kami, ke PPA. Kami coba akan tracking sejauh mana masalahnya ini. Itu yang sampai saat ini belum ada solusinya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Kurniawin
Editor: Nurul Mujib Lamunsari
Berita Terkait

PAUD Tana Tidung Belajar dari Asia-Pasifik

BPS KTT Ingatkan Desil Bukan Jaminan Bansos

Perlinsos Digital Arahkan Bansos Tana Tidung Tepat Sasaran

Putus Sekolah Tak Terlapor, Desa di Tana Tidung Diminta Lebih Peka

Polres Tana Tidung Musnahkan 31,24 Gram Sabu

Asap Memburuk, Pelajar Tana Tidung Kembali BDR

PGRI Tana Tidung Ditantang Tingkatkan Mutu Pendidikan
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

