PAUD Tana Tidung Belajar dari Asia-Pasifik
Kamis, 22 Oktober 2026

Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, mengikuti Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) 2026. (IST)
TANA TIDUNG – Penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) tidak cukup hanya dengan memperluas akses layanan. Kolaborasi lintas sektor, dukungan pembiayaan berkelanjutan, hingga kesiapan menghadapi perubahan iklim juga menjadi bagian penting dalam membangun fondasi generasi masa depan. Hal ini menjadi salah satu perhatian Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, saat mengikuti forum pembelajaran regional Asia-Pasifik di Jakarta.
Vamelia mengikuti Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi upaya memperluas wawasan, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan komitmen dalam mendorong layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Forum regional tersebut mengusung tema “From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific”.
Tema ini menekankan pentingnya menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi nyata melalui penguatan sistem pendidikan dan pengembangan anak usia dini yang responsif terhadap perubahan iklim serta didukung pembiayaan yang memadai dan berkelanjutan.
Vamelia menjelaskan, forum ini diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpemangku kepentingan di kawasan Asia-Pasifik dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan anak usia dini.
Menurutnya, dampak perubahan iklim, pemerataan akses layanan, serta penguatan dukungan pembiayaan bagi tumbuh kembang anak perlu mendapat perhatian untuk mendukung peningkatan kualitas PAUD secara berkelanjutan.
“Kita berharap tentunya ini semua dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan PAUD yang ada di Kabupaten Tana Tidung saat ini dan kedepannya, agar semakin adaptif terhadap tantangan zaman,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Selain menjadi wadah pertukaran gagasan, forum ini juga memperkuat sinergi berbagai pihak. Vamelia menilai, pengembangan PAUD tidak bisa hanya mengandalkan peran Bunda PAUD, tetapi membutuhkan kolaborasi erat dengan berbagai sektor terkait.
“Ini juga sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, tangguh, dan berkarakter,” bebernya.
Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung berkomitmen untuk terus mendukung penguatan layanan PAUD sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (*)
Reporter: Kurniawin
Editor: Nurul Mujib Lamunsari
Berita Terkait

BPS KTT Ingatkan Desil Bukan Jaminan Bansos

Tana Tidung Siapkan Desa Peduli Pendidikan

Perlinsos Digital Arahkan Bansos Tana Tidung Tepat Sasaran

Putus Sekolah Tak Terlapor, Desa di Tana Tidung Diminta Lebih Peka

Polres Tana Tidung Musnahkan 31,24 Gram Sabu

Asap Memburuk, Pelajar Tana Tidung Kembali BDR

PGRI Tana Tidung Ditantang Tingkatkan Mutu Pendidikan
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

