Kaltara Miliki 267 Ribu UMKM
Jumat, 22 Desember 2023

Salah satu UMKM di Kabupaten Bulungan
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara mencatat jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun 2023 sebanyak 267.000 usaha. Statistisi Ahli Madya BPS Kaltara, Trino Junaidi mengatakan, jumlah umkm diprediksi akan terus meningkat.
Pergeseran kegiatan ekonomi dari berbasis ekstraktif ke industri pengolahan menjadi pemicu utama. “Industri pengolahan akan memicu makin tumbuhnya UMKM di Kalimantan Utara,” kata Trino pada pekan ini.
Jumlah UMKM di Kaltara pada 2023 mengalami peningkatan sekitar 14 persen dibandingkan 2022 sebanyak 235.000 usaha. Kehadiran UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Kegiatan UMKM mampu menyerap tenaga kerja yang besar dan memberikan kontribusi pendapatan daerah.
Berdasarkan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, terdapat klasifikasi UMKM. Pertama, usaha mikro memiliki aset maksimal Rp50 juta dan omset maksimal Rp300 juta. Lalu, usaha kecil dengan klasifikasi aset antara Rp50 juta sampai Rp500 juta dan omset Rp300 juta sampai Rp2,5 miliar.
Ketiga, usaha menengah kriterianya memiliki aset Rp500 juta sampai Rp10 miliar dengan omset Rp2,5 miliar sampai Rp50 miliar. Pengelompokan UMKM melalui undang-undang adalah salah satu cara Pemerintah merangsang tiap-tiap klasifikasi usaha menjadi naik kelas, dari mikro ke kecil, dari kecil ke menengah.
Dia menjelaskan, peningkatan jumlah UMKM di Kalimantan Utara disebabkan beberapa faktor, antara lain pertumbuhan ekonomi yang positif, peningkatan daya beli masyarakat, serta adanya dukungan Pemerintah Daerah dalam pengembangan UMKM.
“Pemerintah juga membantu UMKM terhubung ke pasar digital terhubung internet serta mengupayakan sertifikat higienis dan sertifikat halal,” ujar dia.
Trino mengimbau para pelaku UMKM untuk merubah pola pikir dalam menjalankan usaha. Yakni melakukan perencanaan usaha yang bagus, serta harus berpandangan bahwa usahanya harus berkembang pesat.
“UMKM di Kalimantan Utara harus serius, visioner, penuh inovasi, dan bermental pengusaha yang kuat,” ujar dia.
Menurut dia, sektor UMKM yang berpeluang terus berkembang di Kalimantan Utara adalah usaha penyediaan makan minum, perabotan rumah tangga, dan jasa. Perkembangan UMKM itu dipicu kehadiran tenaga kerja dalam jumlah banyak pada Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan.
“Industri jasa seperti pencucian kendaraan, baju, jahit, dan lainnya juga memiliki prospek yang baik seiring bertambahnya jumlah penduduk,” pungkasnya. (*)
Repoter: Agung
Editor: Nurul
Berita Terkait

Gubernur Zainal Minta CSR Migas Tak Menumpuk di Wilayah Tertentu

151 Jeriken Pertalite Dibawa ke Kutai Timur, Dua Orang Diamankan

Festival Sungai Kayan Kembali Digelar

Kabut Asap Memburuk, ISPA Tarakan Tembus 777 Kasus

Tekankan Investasi, Ekonomi Rakyat dan Pembangunan Berkelanjutan

120 Perahu Ramaikan Festival Sungai Kayan, Pendayung Berau Siap Ikut Bertanding

239 Peserta dari Sabah Meriahkan Iraw Tidung Borneo Bersatu di Nunukan
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

