Kabut Asap Selimuti Tanjung Selor, Jarak Pandang Tinggal 300 Meter
Senin, 05 Oktober 2026

Kabut asap mulai menyelimuti ruas jalan di Tanjung Selor. (Red)
TANJUNG SELOR – Kabut asap pekat menyelimuti Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Senin (5/10/2026). Jarak pandang merosot hingga sekitar 300 meter, sementara konsentrasi polutan PM2.5 mencapai 130,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³), yang menunjukkan kondisi udara tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan pukul 12.00 WITA, tingginya konsentrasi partikulat halus tersebut menjadi indikator memburuknya kualitas udara di wilayah ibu kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, Cristianto, mengatakan asap pekat berdampak langsung terhadap jarak pandang mendatar atau visibility yang mengalami penurunan drastis.
“Penurunan jarak pandang yang ekstrem ini sangat membahayakan keselamatan dan perlu menjadi perhatian utama bagi pengguna transportasi udara, darat, serta jalur perairan,” jelasnya.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kondisi tersebut meningkatkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lanjut usia, dan penderita gangguan pernapasan. Paparan polusi juga berpotensi berdampak negatif terhadap hewan dan tumbuhan.
Cristianto menjelaskan, konsentrasi PM2.5 menunjukkan tren peningkatan sejak pagi. Partikulat halus tersebut sempat tercatat sebesar 109,2 µg/m³ dan 108,1 µg/m³ sebelum kembali naik menjadi 130,4 µg/m³ pada siang hari.
Meski kabut asap menyelimuti Tanjung Selor, sumber asap diduga berasal dari luar wilayah Bulungan. Pergerakan angin diperkirakan membawa asap dari sejumlah daerah di Kalimantan menuju Tanjung Selor.
Berdasarkan Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot Distribution Map) periode 00.00–11.00 WIB pada 5 Oktober 2026, tercatat 3.641 titik panas di Pulau Kalimantan.
Rinciannya, sebanyak 55 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah (low), 3.370 titik kategori sedang (medium), dan 216 titik kategori tinggi (high).
Banyaknya titik panas tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu diwaspadai di tengah memburuknya kualitas udara. Namun, titik panas tidak serta-merta menunjukkan adanya kebakaran aktif karena memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan memastikan belum mendeteksi titik api di wilayahnya hingga Senin (5/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Bulungan, Widi Kustanto, mengatakan pemantauan terus dilakukan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD.
“Hasil pantauan di Pusdalops, sampai hari ini di Kabupaten Bulungan tidak terlihat titik api,” ungkapnya.
Widi menduga kabut asap yang menyelimuti Tanjung Selor merupakan kiriman dari daerah lain. Pasalnya, sejumlah titik panas masih terpantau di wilayah Kalimantan berdasarkan pemantauan melalui Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI).
“ Kemungkinan masih mendapat kiriman sebaran asap dari daerah lain, mengingat ada beberapa titik merah dan kuning yang masih terpantau di SIPONGI,” pungkasnya.
Dengan kondisi jarak pandang yang terbatas dan kualitas udara yang memburuk, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan juga perlu dipertimbangkan, khususnya bagi kelompok rentan. (*)
Reporter: Redaksi/Koran Kaltara
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
Berita Terkait

Gubernur Zainal Minta CSR Migas Tak Menumpuk di Wilayah Tertentu

151 Jeriken Pertalite Dibawa ke Kutai Timur, Dua Orang Diamankan

Festival Sungai Kayan Kembali Digelar

Kabut Asap Memburuk, ISPA Tarakan Tembus 777 Kasus

Tekankan Investasi, Ekonomi Rakyat dan Pembangunan Berkelanjutan

120 Perahu Ramaikan Festival Sungai Kayan, Pendayung Berau Siap Ikut Bertanding

239 Peserta dari Sabah Meriahkan Iraw Tidung Borneo Bersatu di Nunukan
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

