Galeri Samisa Diresmikan
Minggu, 08 November 2026

Bupati Bulungan Syarwani saat meninjau Galeri Samisayang diresmikan di kawasan Kuliner Tepian Kayan (Kulteka), Tanjung Selor. (Red)
Jadi Etalase Promosi Produk UMKM Bulungan
TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menghadirkan Galeri Samisa (Sentra Aneka Mikro Industri dan Suvenir Otentik) sebagai pusat promosi sekaligus etalase produk unggulan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) daerah.
Galeri yang berlokasi di kawasan Kuliner Tepian Kayan (Kulteka), Tanjung Selor, tersebut diresmikan Bupati Bulungan Syarwani pada malam puncak Bulungan Cokelat Festival 2026, Sabtu malam (7/11).
Kehadiran Galeri Samisa diharapkan menjadi ruang pemasaran bagi produk olahan pangan dan kerajinan lokal agar semakin dikenal masyarakat serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Nama Samisa diambil dari bahasa lokal Bulungan yang berarti “semuanya”. Nama tersebut mencerminkan semangat inklusivitas dalam merangkul seluruh potensi UMKM di Kabupaten Bulungan.
Saat ini, lebih dari 30 produk unggulan berupa olahan pangan dan kerajinan otentik binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) telah melalui proses kurasi, termasuk aspek legalitas, standar higienitas, dan daya saing pasar.
Syarwani mengatakan, Galeri Samisa tidak sekadar menjadi tempat memajang produk, tetapi harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha UMKM.
Karena itu, ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait aktif mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah daerah tersebut.
“Saya tugaskan dengan dinas yang terkait, bagaimana kita bisa mendalami sekaligus mengajak para pengusaha UMKM yang ada di Kabupaten Bulungan untuk bisa memanfaatkan galeri ini,” ujar Syarwani, Minggu (8/11).
Menurutnya, keberadaan galeri tersebut juga dapat menjadi wadah bagi pelaku usaha yang memproduksi berbagai jenis makanan olahan maupun kerajinan untuk memperluas pemasaran.
Bahkan, fasilitas itu diharapkan mampu menjadi penghubung antara pelaku UMKM dengan calon pembeli yang membutuhkan produk dalam jumlah besar.
“Ini adalah tempat promosinya produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM serta para perajin yang ada di Kabupaten Bulungan. Ini juga difasilitasi oleh pemerintah daerah dengan kehadiran Galeri Samisa ini,” jelasnya.
Selain pemasaran secara langsung, Syarwani mendorong pemanfaatan media sosial untuk memperkenalkan Galeri Samisa dan produk-produk yang tersedia di dalamnya. Dukungan media juga dinilai penting agar informasi mengenai produk lokal Bulungan dapat menjangkau masyarakat di luar daerah.
Tidak hanya sebagai pusat promosi, Galeri Samisa juga dirancang menjadi ruang pelatihan untuk meningkatkan kapasitas para perajin dan pelaku UMKM.
“Kegiatan di sini juga bisa dilakukan sebagai peningkatan pelatihan bagi para perajin serta UMKM yang ada di Kabupaten Bulungan,” katanya.
Syarwani pun mengajak masyarakat untuk mengunjungi Galeri Samisa sekaligus memberikan dukungan terhadap produk lokal. Menurutnya, kecintaan masyarakat terhadap produk daerah menjadi salah satu bentuk dukungan nyata bagi keberlangsungan usaha UMKM.
“Kita bersama-sama membantu dan mendukung para pengusaha UMKM di Bulungan ini. Sekaligus kita mencintai produk-produk UMKM yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Bulungan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Redaksi/Koran Kaltara
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
Berita Terkait

Bocah 7 Tahun Dilaporkan Tenggelam di Sungai Pura Sajau

Lepas 77 Jemaah Umrah, Syarwani Pesan Jaga Kesehatan Selama di Tanah Suci

BPJS Kesehatan Tak Diganti Klinik Kopdes, Kepala Cabang Tarakan Tegaskan JKN Tetap Berjalan

Kejari Bulungan Musnahkan Barang Bukti dari 19 Perkara

TAKE Bulungan Hijau Jadi Program Prioritas, Anggaran Tembus Rp7 Miliar

Bukti Forensik dan Dokumen Administrasi Beradu di Sidang Dugaan Ijazah Palsu

Kawal Gugatan terhadap PT BCAP
JPU Dinilai Keliru Tafsirkan Aturan Pendidikan Kesetaraan dalam Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Tiga Anggota Polresta Bulungan Dipecat Tidak Hormat

Razia Gabungan Temukan Narkoba di Kampung Bersinar Tarakan

Tanjung Selor Berusia 236 Tahun, Jejak Sejarah dan Identitas Kota Dikupas

