Pusat Pemerintahan Samarinda Siap Dipindah
Rabu, 14 September 2022

DIPASTIKAN PINDAH: Pusat pemerintahan Kota Samarinda dipastikan dipindah ke lokasi yang masih dikaji. Pemindahan ini untuk memastikan koneksinya dengan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. (Foto: Permata Sri Rahayu/Koran Kaltim)
- Ingin Terkoneksi dengan IKN
SAMARINDA - Pemindahan Pusat Pemerintahan (Puspem) Samarinda direncanakan akan sejalan dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Sugeng Chairuddin mengatakan bahwa pemindahan Puspem Samarinda membutuhkan lahan seluas 100 hektar. Ia tak menampik bahwa Puspem Samarinda nantinya akan terhubung langsung dengan IKN di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Penajam Paser Utara (PPU).
“Visinya seperti Bogor dan Bekasinya Jakarta lah,” singkat Sugeng saat ditemui usai rapat percepatan pemindahan Puspem Samarinda.
Ketua Tim Percepatan Pemindahan Puspem Samarinda tersebut juga merencanakan, nantinya Puspem Samarinda akan memiliki jalan seluas 60-70 meter. Bahkan ia mencita-citakan, untuk menghubungkan Samarinda dan IKN akan dibangun rel kereta api, sehingga akses Puspem ke IKN tak susah. Kereta api tersebut juga ditarget akan bisa menghubungkan penumpang langsung ke Bandara APT Pranoto.
Sementara itu, untuk mengatasi potensi banjir di sekitar Puspem, Sugeng menjelaskan akan dibangun kanal sungai di sekitar lokasi tersebut. Kanal berfungsi sebagai saluran air yang mengalir langsung ke sungai-sungai besar seperti Sungai Karang Mumus (SKM). “Memang kami ingin mengadopsi desain IKN. Makanya serba terkoneksi,” imbuhnya.
Sebelumnya Sugeng menyebut sudau ada 3 lokasi yang direncanakan menjadi tujuan pemindahan Puspem. Ketiga lokasi tersebut ialah Kelurahan Sungai Siring, Kelurahan Simpang Pasir dan Kelurahan Makroman. Namun usai rapat Senin lalu, Sugeng menyebut ada referensi tempat lagi yang ditambahkan sebagai calon lokasi Puspem Samarinda. Lokasi tersebut ialah Kelurahan Tanah Merah.
Sedangkan untuk kompleks pemerintahan Samarinda yang berada di Balaikota Samarinda rencananya akan digunakan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain RTH, lokasi tersebut juga akan dijadikan sebagai pusat urusan pelayanan publik yang mengambil konsep hijau dengan memaksimalkan hutan kota. (*)
Reporter: Permata Sri Rahayu/Koran Kaltim
Berita Terkait

Jembatan Kayu Desa Sebuntal Rusak Parah

Patung Soekarno di RTH Sangasanga Diresmikan, Jadi Ikon Sejarah dan Budaya Kukar

Sunyi yang Penuh Makna

Gejolak LPG 3 Kg di Tenggarong

Festival Kota Juang Sanga-Sanga Jadi Pengungkit Ekonomi dan Etalase UMKM Lokal

Polres Kukar Bongkar Jaringan Narkoba

Mahasiswa Unikarta Batal Terima Beasiswa Gratispol, Karena Aturan Kelas dan Usia
JPU Dinilai Keliru Tafsirkan Aturan Pendidikan Kesetaraan dalam Perkara Dugaan Ijazah Palsu

Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Tiga Anggota Polresta Bulungan Dipecat Tidak Hormat

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

