Jembatan Kayu Desa Sebuntal Rusak Parah
Kamis, 29 Januari 2026

Kondisi Jalan Desa Sebuntal (Foto: Jumarni)
Warga Terancam Terisolir
TENGGARONG - Kondisi jembatan kayu di Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mengalami kerusakan parah dan kian mengkhawatirkan. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung warga Desa Sebuntal untuk keluar dan masuk desa.
Kerusakan jembatan itu diketahui terjadi sejak sekitar satu minggu terakhir. Seiring waktu, kondisi jembatan dilaporkan semakin memburuk hingga membuat warga takut melintas, bahkan dengan sepeda motor.
Salah satu warga Desa Sebuntal, Jumarni, mengatakan kerusakan jembatan terus bertambah parah dari hari ke hari. Saat ini, kendaraan roda empat sudah tidak bisa melintas sama sekali.
“Rusaknya itu sudah sekitar satu mingguan. Sekarang kondisinya makin parah. Motor saja warga sudah takut lewat,” ujar Jumarni saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).
Ia menjelaskan, jembatan tersebut menjadi akses vital bagi seluruh aktivitas warga, mulai dari keperluan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Jika jembatan itu roboh atau tidak bisa dilalui sama sekali, warga dikhawatirkan akan terisolasi.
“Itu satu-satunya jalan untuk keluar dan masuk desa. Kalau kenapa-kenapa, kami bisa terisolir,” jelasnya.
Sebagai langkah sementara, warga setempat sempat melakukan gotong royong untuk memperbaiki bagian jembatan agar masih bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, perbaikan tersebut hanya bersifat darurat dan tidak mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh.
“Warga sempat gotong royong supaya motor masih bisa lewat, tapi itu cuma sementara saja,” tambah Jumarni.
Menurutnya, pemerintah desa sempat meninjau langsung kondisi jembatan. Namun hingga kini belum ada kepastian terkait tindak lanjut perbaikan secara permanen.
“Dari desa kemarin sudah ada yang datang lihat, tapi kelanjutannya belum tahu karena ngobrolnya sama bapak saja,” ungkapnya.
Jumarni juga menyebutkan bahwa jembatan kayu tersebut sudah berusia sangat tua. Berdasarkan cerita warga setempat, jembatan itu diperkirakan telah berumur sekitar 60 tahun dan selama ini hanya mendapat perbaikan ringan.
“Memang sudah lama sekali jembatan ini. Katanya sekitar 60 tahunan,” katanya.
Saat ini, akses kendaraan roda empat sudah tidak bisa digunakan. Warga yang memiliki mobil terpaksa memarkirkan kendaraannya dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
“Kalau mobil sudah tidak bisa lewat sama sekali,” ujarnya.
Ia pun berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan jembatan secara permanen, mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Sebuntal.
“Harapan kami cuma satu, semoga jembatan ini bisa segera diperbaiki. Karena ini satu-satunya akses kami,” tutup Jumarni.
Sementara itu pihak Pemerintah Desa belum memberikan respon saat dihubungi media ini. (*)
Reporter: Aswin/Koran Kaltim
Berita Terkait

Patung Soekarno di RTH Sangasanga Diresmikan, Jadi Ikon Sejarah dan Budaya Kukar

Sunyi yang Penuh Makna

Gejolak LPG 3 Kg di Tenggarong

Festival Kota Juang Sanga-Sanga Jadi Pengungkit Ekonomi dan Etalase UMKM Lokal

Polres Kukar Bongkar Jaringan Narkoba

Mahasiswa Unikarta Batal Terima Beasiswa Gratispol, Karena Aturan Kelas dan Usia

Buaya Terjang Warga Muara Jawa, Potongan Tubuh Korban Ditemukan
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

