logo
Wilayah

Festival Kota Juang Sanga-Sanga Jadi Pengungkit Ekonomi dan Etalase UMKM Lokal

Minggu, 25 Januari 2026

Festival Kota Juang Sanga-Sanga Jadi Pengungkit Ekonomi dan Etalase UMKM Lokal

Anggota DPRD Kukar dari Dapil IV, Rahmat (Foto: Aswin)

Ukuran Teks
Normal

TENGGARONG, Koran Kaltara - Denyut ekonomi warga Sanga-Sanga diproyeksikan kembali menggeliat lewat Festival Kota Juang Sanga-Sanga yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Agenda tahunan ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 25 Januari hingga 1 Februari 2026, dengan target utama memberi ruang tumbuh bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Anggota DPRD Kukar dari Dapil IV, Rahmat Dermawan, menegaskan bahwa festival tersebut tidak lagi diposisikan sekadar sebagai hiburan rakyat. Pemerintah daerah, kata dia, menaruh harapan besar agar kegiatan ini mampu menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi warga.

“Wakil Bupati Kukar sudah menekankan agar festival ini punya nilai guna. Bukan hanya ramai, tapi juga berdampak langsung, terutama bagi UMKM dan pelaku usaha lokal lainnya,” ujar Rahmat, Minggu (25/1/2026).

Dengan durasi pelaksanaan yang cukup panjang, Rahmat optimistis perputaran uang selama festival akan terasa signifikan. Mulai dari pedagang kaki lima, pelaku UMKM, hingga sektor jasa, dinilai akan ikut menikmati efek domino dari meningkatnya kunjungan masyarakat.

Lebih dari itu, Festival Kota Juang Sanga-Sanga juga dimanfaatkan sebagai panggung promosi wilayah. Pemerintah Kabupaten Kukar ingin menegaskan komitmennya dalam memberi perhatian merata pada kecamatan-kecamatan, termasuk Sanga-Sanga yang memiliki nilai historis kuat sebagai Kota Juang.

Daya tarik kawasan ini pun kian diperkuat dengan hadirnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dilengkapi patung Bung Karno. Ikon tersebut dinilai bukan hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mempertegas identitas Sanga-Sanga sebagai destinasi wisata sejarah yang berpadu dengan geliat ekonomi kreatif.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Rahmat mengakui pelaksanaan festival tetap menghadapi tantangan. Namun, pemerintah daerah memilih jalan kolaborasi sebagai solusi, dengan menggandeng berbagai pihak di luar APBD.

“Sekarang semangatnya gotong royong. Tidak hanya bergantung pada anggaran daerah, tapi juga melibatkan masyarakat, pihak swasta, dan sponsor,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebagian hiburan rakyat dalam festival akan disokong oleh pihak ketiga. Skema ini dianggap sebagai terobosan agar acara tetap meriah tanpa mengurangi substansi dan tujuan utama festival.

“Pesan pemerintah daerah jelas, perbanyak kolaborasi. Promosi Kota Juang tetap berjalan, UMKM tumbuh, dan yang terpenting masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” pungkas Rahmat. (*)

Reporter: Aswin/Koran Kaltim

logo

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com