logo
Wilayah

Gasing Mulai Ditinggalkan, Kormi Kaltara Dorong Regenerasi Pelestari

Jumat, 23 Oktober 2026

Gasing Mulai Ditinggalkan, Kormi Kaltara Dorong Regenerasi Pelestari

Perlombaan gasing dalam rangka HUT Kaltara ke-14 di halaman Agatis, Tanjung Selor. (Red)

Ukuran Teks
Normal

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Permainan tradisional gasing mulai jarang dimainkan di tengah perkembangan zaman. Untuk menjaga warisan budaya tersebut tetap hidup, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar perlombaan gasing dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kaltara ke-14.

Perlombaan yang berlangsung di halaman Agatis, Tanjung Selor, Jumat (12/10/2026), menjadi salah satu upaya mengenalkan kembali olahraga tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Sekretaris panitia, Lili Suryani, mengatakan perlombaan gasing merupakan bagian dari rangkaian kegiatan hari keempat perayaan HUT Kaltara. Permainan tersebut dipilih karena semakin jarang dimainkan sehingga perlu mendapat perhatian agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Jadi, hari ini kami dari Kormi mengadakan perlombaan gasing dalam rangka HUT Kaltara. Kami mengambil permainan ini karena sudah jarang dimainkan. Karena itu, kami ingin permainan ini terus dikembangkan agar ada penerusnya,” ungkapnya.

Menurut Lili, gasing merupakan salah satu warisan leluhur yang perlu dijaga keberlangsungannya. Pelestarian tidak cukup dilakukan melalui perlombaan sesaat, tetapi juga harus diikuti keterlibatan masyarakat dalam mengenalkan dan mengembangkan permainan tersebut secara berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat selama perlombaan berlangsung. Total peserta mencapai 90 orang, terdiri dari 69 laki-laki dan 21 perempuan.

Lili berharap kegiatan tersebut dapat mendorong tumbuhnya lebih banyak pegiat olahraga tradisional gasing di Kaltara. Dengan demikian, permainan ini tidak hanya muncul saat perayaan hari besar, tetapi juga tetap dimainkan dalam kehidupan masyarakat.

“Kami juga ingin ada pegiat gasing, bukan hanya setelah perlombaan ini selesai, kemudian permainan gasing kembali redup. Kami ingin masyarakat terus melestarikannya,” harapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Kormi Kaltara berupaya menjaga keberadaan olahraga tradisional sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal warisan budaya daerah. Regenerasi pegiat menjadi penting agar permainan gasing tetap lestari dan tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah. (ADV)

Reporter: Redaksi/Koran Kaltara

Redaktur: Fathu Rizqil Mufid

logo

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com