Jambore Ceria KTT Berakhir, Semangat PAUD Diminta Tak Ikut Padam
Rabu, 30 September 2026

Para peserta mengikuti rangkaian perlombaan Jambore Ceria 2026 yang digelar Disdikbud Kabupaten Tana Tidung. (IST)
TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Jambore Ceria 2026 resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari. Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tana Tidung (KTT) ini diharapkan tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi berlanjut dalam praktik pendidikan anak usia dini.
Penutupan berlangsung di Gedung Aula Serbaguna Disdikbud Tana Tidung, Selasa (29/9/2026). Kegiatan perdana tersebut turut dihadiri Kepala Program Studi (Ka-Prodi) S3 Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surakarta (UNS) serta dosen Universitas Panca Sakti.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Tana Tidung, Musakir, mengatakan Jambore Ceria tidak hanya menjadi ajang perlombaan yang selesai dalam beberapa hari. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan anak usia dini.
“Pastinya kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk belajar, berbagi pengalaman, dan membangun karakter,” kata Sakir, Rabu (30/9/2026).
Dia menambahkan, Jambore Ceria merupakan ajang kompetensi bagi para tenaga pendidik yang berada di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di Tana Tidung.
Dijelaskan lebih lanjut, Jambore Ceria 2026 merupakan kegiatan perdana yang digelar di Tana Tidung. Bahkan, pihaknya menyebut kegiatan tersebut menjadi jambore pertama yang dilakukan di Provinsi Kalimantan Utara bahkan di Indonesia.
“Kegiatan ini pertama dilakukan di Indonesia dan kita yang menjadi pelopor nya penggerak nya, tentu ini semua adalah usaha dan komitmen yang kuat dari Punda Paud Tana Tidung yang begitu luar biasa serta sangat peduli terhadap generasi muda Tana Tidung kedepannya,” ujarnya.
Selain rangkaian perlombaan, penutupan juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang. Prosesi berlangsung penuh sukacita, dengan para penerima hadiah tampak antusias dan bangga atas pencapaian yang diraih.
Musakir berharap semangat yang terbangun selama Jambore Ceria tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Nilai kebersamaan, persahabatan, sportivitas, dan keceriaan diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas pendidikan sehari-hari.
“Dengan berakhirnya jamboree ceria tahun 2026, diharapkan semangat kebersamaan, persahabatan, sportivitas, dan keceriaan yang telah terbangun dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (ADV)
Reporter: Kurniawin
Editor: Nurul Mujib Lamunsari
Berita Terkait

KORMI Kaltara Hidupkan Hadang, Halaman Kantor Gubernur Jadi Arena Pelestarian

KORMI Kaltara Hidupkan Enggrang, Ajak Anak Kurangi Ketergantungan pada Gawai

KORMI Kaltara Buka Ruang Partisipasi Masyarakat Lewat Sport Festival

292 Fasilitator Dilibatkan, Disdik Bulungan Perkuat Pendampingan Guru

TET Sudah Menjangkau 26 Gugus, Disdik Bulungan Dorong Guru Terus Belajar

BKPDM Dorong TET Jadi Model Pengembangan Guru Berkelanjutan di Bulungan

Disdikbud Bulungan Dorong Sekolah Paket untuk Cegah Anak Tidak Sekolah
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

