292 Fasilitator Dilibatkan, Disdik Bulungan Perkuat Pendampingan Guru
Selasa, 29 September 2026

Kantor Disdikbud Bulungan
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Upaya meningkatkan kompetensi guru di Kabupaten Bulungan tidak hanya dilakukan melalui pelatihan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan juga memperkuat pendampingan langsung melalui program Teacher Experimental Training (TET).
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 292 fasilitator gugus dilibatkan untuk mendampingi guru di berbagai satuan pendidikan. Selain itu, terdapat 14 fasilitator daerah yang turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan program peningkatan kompetensi guru tersebut.
Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin, mengatakan keberadaan fasilitator menjadi bagian penting dalam memastikan guru tidak berjalan sendiri ketika menghadapi persoalan dalam proses pembelajaran.
“Fasilitator bukan hanya memberikan materi, tetapi ikut mendampingi guru dalam menghadapi persoalan pembelajaran yang mereka temui di kelas,” ujar Suparmin.
Menurutnya, pendampingan guru dalam program TET dilakukan dengan melihat persoalan yang benar-benar terjadi di ruang kelas. Guru didorong untuk terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, kemudian mencoba strategi pembelajaran yang sesuai.
“Yang kita dampingi adalah persoalan nyata yang dihadapi guru ketika mengajar,” katanya.
Suparmin menjelaskan, setelah strategi pembelajaran diterapkan, guru dapat melihat kembali hasilnya melalui proses observasi dan refleksi. Fasilitator kemudian memberikan umpan balik sebagai bagian dari proses perbaikan.
“Guru mencoba sebuah strategi pembelajaran, kemudian dilihat bagaimana hasilnya. Dari situ dilakukan refleksi dan diberikan umpan balik,” jelasnya.
Ia berharap keterlibatan ratusan fasilitator tersebut mampu memperkuat budaya belajar di kalangan guru di Kabupaten Bulungan.
“Harapan kita guru tidak merasa bekerja sendiri. Ada teman untuk berdiskusi, ada fasilitator yang bisa memberikan pendampingan,” tegasnya.
Lebih jauh, Suparmin menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Guru itu harus terus belajar. Karena tantangan pembelajaran juga terus berubah, sehingga kemampuan guru harus terus dikembangkan,” pungkasnya.
Melalui keterlibatan 292 fasilitator gugus dan 14 fasilitator daerah, Disdikbud Bulungan berupaya membangun ekosistem belajar yang tidak hanya berorientasi pada pelatihan, tetapi juga pada praktik, pendampingan, refleksi, dan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan. (ADV)
Reporter: Redaksi/Koran Kaltara
Berita Terkait

KORMI Kaltara Hidupkan Hadang, Halaman Kantor Gubernur Jadi Arena Pelestarian

KORMI Kaltara Hidupkan Enggrang, Ajak Anak Kurangi Ketergantungan pada Gawai

KORMI Kaltara Buka Ruang Partisipasi Masyarakat Lewat Sport Festival

Jambore Ceria KTT Berakhir, Semangat PAUD Diminta Tak Ikut Padam

TET Sudah Menjangkau 26 Gugus, Disdik Bulungan Dorong Guru Terus Belajar

BKPDM Dorong TET Jadi Model Pengembangan Guru Berkelanjutan di Bulungan

Disdikbud Bulungan Dorong Sekolah Paket untuk Cegah Anak Tidak Sekolah
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

