Legislator Kaltara Soroti Potensi Galeri LANUKA
Kamis, 22 Oktober 2026

Dua anggota DPRD Kaltara saat meninjau Galeri LANUKA di Lapas Nunukan, Rabu (21/10). (IST)
Dorong Produk Warga Binaan Tembus Pasar Luas
NUNUKAN – Produk hasil pembinaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan dinilai memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Pengembangan dan perluasan pemasaran menjadi perhatian dua anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara), H. Akbar Ali, S.H. dan Arming, S.H., saat mengunjungi Galeri LANUKA, Rabu (21/10).
Dalam kunjungan tersebut, keduanya melihat langsung beragam produk hasil kreativitas warga binaan, mulai dari kerajinan tangan, batik tulis khas Lulantatibu versi LapasNunukan, hingga berbagai produk kreatif lainnya.
Karya-karya tersebut dinilai tidak hanya menjadi bukti keberhasilan pembinaan kemandirian, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai jual yang mampu bersaing di pasar lebih luas.
Anggota DPRD Kaltara, H. Akbar Ali, mengaku terkesan dengan kualitas dan kreativitas produk yang dihasilkan warga binaan. Menurutnya, keterampilan tersebut patut diapresiasi karena dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan yang mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan LapasNunukan. Setelah melihat langsung isi Galeri LANUKA, ternyata banyak sekali potensi dan kreativitas warga binaan yang patut kita banggakan. Produk-produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai ekonomi,” ujar Akbar Ali.
Ia menilai, hasil karya tersebut menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas dapat memberikan keterampilan produktif yang bermanfaat bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Ini membuktikan bahwa pembinaan di dalam lapas benar-benar berjalan dan mampu memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Meski demikian, potensi tersebut perlu diimbangi dengan dukungan pemasaran yang berkelanjutan. Promosi, perluasan jaringan distribusi, serta akses ke pasar yang lebih besar dinilai penting agar produk warga binaan tidak sekadar dipamerkan di galeri, tetapi juga mampu menjangkau konsumen dan menghasilkan pendapatan.
Anggota DPRD Kaltara lainnya, Arming, juga mengapresiasi keberadaan Galeri LANUKA yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat.
“Galeri LANUKA ini sangat luar biasa. Kita bisa melihat bahwa warga binaan diberikan ruang untuk terus berkarya, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan mereka,” kata Arming.
Ia berharap pemasaran produk warga binaan dapat diperluas hingga tingkat Provinsi Kaltara, bahkan menembus pasar luar daerah. Dengan dukungan berbagai pihak, produk yang dihasilkan diharapkan memiliki jangkauan pasar lebih luas dan memberikan nilai tambah secara ekonomi.
“Harapan kami, produk-produk ini tidak hanya dikenal di Kabupaten Nunukan, tetapi juga dapat dipromosikan hingga tingkat Provinsi Kalimantan Utara bahkan ke luar daerah. Potensi seperti ini harus terus didukung dan dikembangkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menjelaskan bahwa Galeri LANUKA dibangun sebagai wadah untuk memperkenalkan dan mempromosikan hasil karya warga binaan kepada masyarakat luas.
“Galeri LANUKA menjadi simbol bahwa proses pembinaan di dalam lapas mampu melahirkan karya yang memiliki nilai kreativitas dan ekonomi. Kami berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Provinsi Kaltara, dapat semakin memperluas peluang pengembangan dan pemasaran produk warga binaan,” ungkap Donny.
Ia juga mengapresiasi kunjungan dan perhatian kedua legislator terhadap program pembinaan kemandirian di LapasNunukan. Menurutnya, sinergi lintas sektor dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
“Pembinaan akan terus kita lakukan agar warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, mengasah keterampilan, dan menghasilkan karya produktif,” tuturnya.(*)
Reporter: Asrin
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
Berita Terkait

Kapolres Nunukan Ingatkan Warga Waspadai Bujuk Rayu Calo PMI

Sengketa 1.000 Hektare Lahan Adat di Sebuku Berakhir Damai

Eks Sekwan Nunukan Jadi Tersangka Korupsi Tunjangan Perumahan, Kerugian Negara Rp3,48 Miliar

238 ASN Nunukan Terima Satyalancana

Pelayanan Domestik di PLBN Sebatik Tunggu Putusan BNPP

Diduga Korsleting Listrik, Gedung Veteran di Depan AspolTerbakar

Karhutla di Lumbis Hanguskan Tiga Hektare Lahan Persawahan
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

