Ekonomi Bisnis

Dampak PPKM, Usaha Perhotelan Lesu

Jasa perhotelan dan restoran terdampak PPKM. (dok. Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kalimantan Utara (Kaltara) M. Saleh Pangeran Khar, berharap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa memberikan hasil yang maksimal. Di mana ada penurunan kasus penyebaran Covid-19 secara signifikan.

“Kita mengharapkan, mudah-mudahan dengan diperpanjang sampai Agustus nanti, kasus (positif Covid-19) bisa menurun drastis. Sehingga tidak ada PPKM-PPKM lagi. Jadi bisa seperti new normal yang kemarin-kemarin,” kata Saleh, Rabu (28/7/2021).

Saleh tidak menampik jika pemberlakuan PPKM di Kaltara berdampak terhadap lesunya sektor jasa perhotelan dan restoran.

Namun, ia memahami jika ketentuan dalam PPKM diatur demi kebaikan bersama.

“Sebetulnya ya kita sangat anulah (terganggu), tapi apa boleh buat. Ini kan untuk mencegah penularan covid. Karena masalahnya di situ kan,” jelasnya.

Tingkat okupansi hotel atau keterisian kamar mengalami penurunan cukup drastis selama PPKM.

Termasuk penyediaan ruang pertemuan yang juga diandalkan sebagian besar hotel di Kaltara.

“Bukan lagi terasa, tapi terasa sekali (dampaknya). Yang jelas orang sekarang ini, yang sudah booking-booking, mau nggak mau karena ada PPKM, banyak diundur, dibatalkan sementara,” ungkapnya.

PHRI bersyukur ada sedikit kelonggaran dari pelaksanaan PPKM yang diperpanjang saat ini. PHRI berharap hal itu bisa sedikit menggairahkan kembali jasa perhotelan dan restoran.

“Untung saja yang kedua ini masih boleh 50 persen kelihatannya. Mudah-mudahan dari kondisi itu, bisa ada acara lagi, orang-orang mau menginap lagi. Kalau hotel sendiri kan masih diizinkan buka 24 jam,” ujarnya.

Adanya PPKM disebut tidak sampai membuat pemilik hotel dan restauran merumahkan pekerjanya.

Namun, PHRI berharap pemerintah daerah tetap memberikan bantuan kepada pekerja di sektor ini.

“Sementara ini seperti biasa, masih normal. Tidak mungkin sepertinya sampai dirumahkan, karena kondisi ini baru saja kan,” jelas Saleh.

“Tapi, sesuai dengan apa yang diinstruksika Presiden, agar bantuan cepat disalurkan. Pemerintah provinsi dan kabupaten juga bisa membantu menyalurkan bantuan. Utamanya untuk anak anak yang bekerja sesuai mekanisme dan aturan pemerintah,” pungkasnya.

Okupansi Hotel Masih Ketar-Ketir

Tingkat hunian kamar hotel berbintang dan akomodasi lainnya (hotel non bintang/penginapan) di Provinsi Kalimantan Utara, pada pendataan terakhir di bulan Mei 2021 tercatat sebesar 23,07 persen.

Persentase itu mengalami penurunan 2,54 poin dibandingkan tingkat hunian kamar pada April 2021 yang tercatat sebesar 25,61 persen.

Sederhananya, dari setiap 100 kamar yang ada, hanya terisi 23 kamar saja setiap harinya.

Tingkat hunian kamar khusus hotel berbintang di Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Mei 2021 sebesar 34,34 persen.

Tingkat hunian itu mengalami penurunan 6,30 poin dibanding April 2021 yang sebesar 40,64 persen.

Sedangkan hotel non bintang/akomodasi lainnya di Provinsi Kalimantan Utara pada bulan Mei 2021 sebesar 19,39 persen atau turun 0,97 poin dibanding April 2021 yang sebesar 20,36 persen.

Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu domestik pada hotel berbintang dan akomodasi lainnya di Provinsi Kalimantan Utara Bulan Mei 2021 selama 1,31 hari atau turun 0,22 poin dibanding Bulan April 2021.

Jika dibandingkan antara tamu asing dan domestik, rata-rata lama menginap tamu asing pada Mei 2021 lebih tinggi dibandingkan tamu domestik, yaitu masing-masing 1,63 hari dan 1,31 hari.

Jika dirinci menurut kabupaten/kota, rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik akomodasi lainnya pada Mei 2021 tertinggi terjadi di Kabupaten Nunukan selama 1,81 hari, Kabupaten Malinau selama 1,55 hari, Kabupaten Tana Tidung selama 1,16 hari, Kabupaten Bulungan selama 1,14 hari dan Kota Tarakan selama 1,08 hari.

Secara total, rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik hotel berbintang pada bulan Mei 2021 adalah 1,41 hari, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Dibandingkan dengan keadaan Bulan April 2021, rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang mengalami penurunan sebesar 0,27 poin.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan tamu domestik pada akomodasi lainnya Provinsi Kalimantan Utara Bulan Mei 2021 selama 1,24 hari, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada Bulan April 2021 .

Jika dibandingkan antara tamu asing dan domestik, rata-rata lama menginap tamu asing pada Bulan Mei 2021 lebih rendah dibandingkan tamu domestik, yaitu masing-masing 1,00 Hari dan 1,24 hari.(*)

TOPIK TERKAIT:

Pekerja di Daerah PPKM Level 4 Dapat Subsidi Upah

Imbas PPKM, UMKM Bisa Terancam Gulung Tikar

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Eddy Nugroho

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment