Tiga Desa Jadi Percontohan, Bulungan Fokus Tangani Anak Tidak Sekolah
Selasa, 29 September 2026

Suparmin
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Upaya mengembalikan anak-anak ke bangku sekolah terus dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan. Kali ini, tiga desa dipilih sebagai lokasi percontohan penanganan anak tidak sekolah (ATS) selama tiga bulan ke depan.
Desa Jelarai, Apung, dan Tengkapak menjadi titik awal pelaksanaan program tersebut. Ketiganya dipilih agar penanganan bisa dilakukan lebih dekat, terukur, dan mudah dipantau langsung oleh Disdikbud Bulungan.
Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin, mengatakan program ini dirancang untuk mempercepat penanganan ATS melalui pendataan, verifikasi, hingga penelusuran penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan.
“Jadi tiga bulan ke depan ada beberapa sampel desa yang kami jadikan objek fokus penanganan anak tidak sekolah,” ungkap Suparmin.
Menurutnya, pemilihan tiga desa tersebut merupakan langkah awal untuk menguji pola penanganan yang dapat diterapkan secara lebih luas. Data anak tidak sekolah di wilayah tersebut telah melalui proses pendataan dan verifikasi sehingga menjadi dasar untuk melakukan intervensi di lapangan.
“Kami ambil tiga sampel desa dulu. Kami uji coba dan kami tangani semuanya,” ujarnya.
Bagi Disdikbud Bulungan, persoalan anak tidak sekolah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengantongi data jumlah anak. Penyebab mereka tidak bersekolah juga perlu ditelusuri agar langkah penanganan sesuai dengan kondisi yang dihadapi masing-masing anak.
Karena itu, program percontohan ini akan dilanjutkan dengan penelusuran langsung ke lapangan. Disdikbud ingin mengetahui persoalan yang membuat anak tidak bersekolah maupun tidak melanjutkan pendidikan.
“Kenapa kami mengambil tiga desa itu dulu, agar percepatan serta dekat dengan objek kami di sini. Suatu saat kami bisa mengecek langsung di lapangan,” jelasnya.
Suparmin menegaskan, pihaknya akan menggali berbagai faktor yang melatarbelakangi anak tidak bersekolah, sehingga penanganan tidak berhenti pada proses pendataan.
“Kami coba telisik dan kami coba turun tangan serta mencari penyebabnya anak tersebut tidak sekolah,” bebernya.
Melalui program yang berlangsung selama tiga bulan tersebut, Disdikbud Bulungan berharap persoalan ATS di tiga desa dapat ditangani secara lebih terarah.
Hasil evaluasi dari Desa Jelarai, Apung, dan Tengkapaknantinya menjadi bahan untuk menyusun langkah lanjutan, termasuk kemungkinan memperluas pola penanganan ke wilayah lain di Kabupaten Bulungan.
Upaya ini diharapkan dapat membuka jalan bagi anak-anak yang belum mengenyam pendidikan atau terhenti di tengah perjalanan sekolah untuk kembali memperoleh akses pendidikan. (ADV)
Reporter: Redaksi/Koran Kaltara
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
Berita Terkait

KORMI Kaltara Hidupkan Hadang, Halaman Kantor Gubernur Jadi Arena Pelestarian

KORMI Kaltara Hidupkan Enggrang, Ajak Anak Kurangi Ketergantungan pada Gawai

KORMI Kaltara Buka Ruang Partisipasi Masyarakat Lewat Sport Festival

Jambore Ceria KTT Berakhir, Semangat PAUD Diminta Tak Ikut Padam

292 Fasilitator Dilibatkan, Disdik Bulungan Perkuat Pendampingan Guru

TET Sudah Menjangkau 26 Gugus, Disdik Bulungan Dorong Guru Terus Belajar

BKPDM Dorong TET Jadi Model Pengembangan Guru Berkelanjutan di Bulungan
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

