Pertumbuhan Penduduk Tana Tidung Stabil
Selasa, 18 Maret 2025

RTH Yoesoef Abdullah Jalan Perintis Tana Tidung
Ekonomi Perlu Diversifikasi
TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Kabupaten Tana Tidung mencatat berbagai perkembangan demografi dan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Meski pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan, sejumlah indikator kesejahteraan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan tingkat kemiskinan menunjukkan perbaikan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan, mengungkapkan, jumlah penduduk Kabupaten Tana Tidung tahun 2024 mencapai 28,82 ribu jiwa, dengan laju pertumbuhan sebesar 2,52 persen. “Tana Tidung tetap menjadi kabupaten dengan jumlah penduduk paling sedikit di Kalimantan Utara, tetapi pertumbuhan penduduk kita relatif stabil dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Dari sisi pemerintahan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tana Tidung terdiri dari 20 anggota dari 9 partai politik, dengan komposisi 85 persen laki-laki dan 15 persen perempuan. Sementara itu, jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) mencapai 1.737 orang, dengan mayoritas berada di golongan III.
Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tana Tidung tahun 2024 tercatat 3,57 persen, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 4,50 persen. “Pertumbuhan ekonomi kita masih positif, tetapi ada perlambatan. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mendorong diversifikasi ekonomi,” jelasnya.
Sisi sektor unggulan, ekonomi Tana Tidung masih bergantung pada pertambangan dan penggalian (40,10 persen dari PDRB) serta pertanian, kehutanan, dan perikanan (23,96 persen). “Dominasi sektor pertambangan masih tinggi, sementara sektor lain seperti perdagangan dan jasa belum berkembang pesat. Ini yang perlu mendapat perhatian ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tana Tidung meningkat dari 70,06 pada 2023 menjadi 70,95 di tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan adanya perbaikan dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.
Tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan. “Pada tahun 2024, persentase penduduk miskin di Tana Tidung mencapai 4,47 persen, turun dari 4,62 persen di tahun 2023. Meski penurunannya tidak drastis, ini menunjukkan bahwa program pengentasan kemiskinan mulai berjalan dengan baik,” jelasnya.
Namun, tingkat pengangguran mengalami sedikit peningkatan dari 3,24 persen di tahun 2023 menjadi 3,67 persen di tahun 2024. “Ini menjadi sinyal bagi kita bahwa perlu lebih banyak lapangan kerja yang tersedia, terutama di sektor non-pertambangan,” jelasnya.
Sektor energi, jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Tana Tidung terus bertambah, dengan total 7.285 pelanggan yang tersebar di lima kecamatan. “Kita juga melihat peningkatan akses terhadap air bersih, tetapi distribusi masih terbatas di Kecamatan Sesayap,” katanya
Melihat tren ini, Achmad menekankan pentingnya diversifikasi ekonomi dan pembangunan infrastruktur. “Kabupaten Tana Tidung memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Jika sektor-sektor ini dikelola dengan baik, maka ekonomi kita bisa lebih stabil dan tidak bergantung pada satu sektor saja,” tutupnya. (*)
Reporter: Syamsudin Kameswara
Redaktur: Norjannah
Berita Terkait

Nilai Tukar Ecobric Tembus Rp20 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Makin Pedas, Kol dan Telur Ikut Naik

Pedagang Diminta Tak Menjual Minyakita Diatas HET

BPOM Tinjau Produk Toko Kelontong

Pasar Murah Ramadan di Malinau

Tana Tidung Pantau Takaran MinyaKita

Cegah Kenaikan Harga, Polres Malinau Ikut Sidak
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

