Nilai Tukar Ecobric Tembus Rp20 Ribu per Kilogram
Jumat, 09 Januari 2026

Ilustrasi Ecobric. (Ist)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sampah ecobric yang dianggap tak bernilai kini bisa ditukar dengan harga yang fantastis. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan mencoba mengubah pola pikir masyarakat untuk bisa menjaga lingkungan, dengan cara membuat nilai tukar ecobric yang tinggi untuk memicu kesadaran masyarakat.
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Bulungan, Indah Sariwati, mengatakan harga tukar semakin tinggi. Bahkan sudah dimulai dari 2023, dimana tingkat keberhasilannya cukup baik diterapkan di masyarakat.
“2023 itu kita harganya per kilogram Rp2 Ribu, 2025 Rp10 Ribu, dan baru – baru ini di 2026 itu naik per kilogramnya menjadi Rp20 Ribu,” katanya, belum lama ini.
Dia menambahkan, terkait dengan volume sampah yang ada di Bulungan berkurang namun tidak begitu signifikan. Setidaknya dari ecobric bisa membantu pengurangan sampah yang ada.
“Sebenarnya ini semua harus dimulai dari diri kita sendiri, susah juga kita mau membuat orang berubah tapi kalau kita saja belum bisa sadar akan hal itu,” jelasnya.
Dari ecobric, bisa membuat masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari lingkup kecil dalam keluarga hingga di lingkungan sekitarnya. Masyarakat diharapkan bisa memanfaatkan adanya nilai tukar ecobric yang cukup tinggi dibandingkan dengan wilayah lain. (*)
Reporter: Kurniawin
Redaktur: Fathu Rizqil Mufid
Berita Terkait

Harga Cabai Makin Pedas, Kol dan Telur Ikut Naik

Pertumbuhan Penduduk Tana Tidung Stabil

Pedagang Diminta Tak Menjual Minyakita Diatas HET

BPOM Tinjau Produk Toko Kelontong

Pasar Murah Ramadan di Malinau

Tana Tidung Pantau Takaran MinyaKita

Cegah Kenaikan Harga, Polres Malinau Ikut Sidak
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

