KTT Lobi Pusat Datangkan Alat Pencuci Sarang Walet

TANA TIDUNG, Koran Kaltara - Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali memiliki cara tersendiri untuk meningkatkan harga jual sarang burung walet hasil budidaya peternak lokal. Hal ini sebagai langkah dalam menyikapi semakin turunnya salah satu komoditas unggulan Bumi Upuntaka ini. “Bantuan alat pencuci sarang walet kemarin ditentukan Kementerian Pertanian. Ada tiga provinsi yang akan mendapatkan bantuan, di antaranya Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Awalnya akan diberikan ke Kalimantan Barat, tetapi dengan adanya lobi-lobi bergeser ke Kalimantan Utara, dilobi lagi karena hampir jatuh tempatnya di Tarakan. Kami lobi lagi akhirnya ditunjuklah Tana Tidung,” terangnya, Senin (7/3/2022). Lebih lanjut dikatakan politisi PAN yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Tana Tidung ini, bahwa pihaknya telah menyiapkan gedung yang berada di sekitar lokasi SMP Negeri 2 Sesayap Hilir untuk digunakan sebagai sarana dan prasarana pencucian sarang walet. “Insya Allah Maret ini akan diserahkan bantuan sarana dan prasarana pencucian sarang walet senilai Rp1,5 miliar. Kemudian ini nanti akan dilakukan pembinaan kepada masyarakat untuk melakukan pencucian sarang walet,” jelasnya. Dengan demikian, maka harga jual dari peternak bisa naik dan stabil karena hasil panen akan dibeli oleh Perumda kemudian dicuci, dikemas dan langsung diekspor. Keterlibatan Perumda dalam upaya meningkatkan harga jual sarang walet, bukan hanya membantu peternak lokal tetapi juga akan menghasilkan PAD (Pendapatan Ali Daerah) dari usaha pencucian tersebut. “Kalau hari ini informasi Cina belum menerima sarang walet dari Indonesia karena sesuatu dan lain hal, makanya harga sarang walet kita berkisar Rp10 juta per kilogram untuk jenis mangkok, sudut Rp7 jutaan dan patahan Rp 5 jutaan. Itu dikirim ke Jakarta,” katanya. Meskipun demikian, Ibrahim mengaku belum memiliki jaringan untuk melakukan ekspor. Oleh karena itu, Perumda akan digenjot melakukan upaya mencari koneksi untuk melakukan ekspor secara langsung ke negara tujuan. “Kami belum ada koneksi untuk ekspor tetapi Perumda sudah melakukan upaya itu. Mudah-mudahan bisa segera dapat sehingga saat alat pencucian sudah terinstal bisa langsung melakukan aktivitas pembelian ke peternak pencucian untuk diekspor,” pungkasnya. (*) BACA JUGA:  Sarang Walet Turun Harga Jadi Rp10 Juta per Kg Terbanyak di Kaltara, Rumah Sarang Walet di KTT 1.490 Unit Reporter: Sofyan Ali Mustafa Editor: Didik

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com