logo
Wilayah

Latihan Gabungan Indonesia dan Singapura Bakal Terealisasi

Rabu, 14 September 2022

Latihan Gabungan Indonesia dan Singapura Bakal Terealisasi

Waaslat Kasad Bidang Rencana Latihan, Brigjen TNI Kemal Hendrayadi saat tiba di Pulau Nunukan. (Foto: Asrin)

Ukuran Teks
Normal

NUNUKAN, Koran Kaltara - Rencana Indonesia melakukan latihan gabungan dengan Singapura tampaknya akan segera terealisasi. Terlihat dari kunjungan rombongan Wakil Asisten Latihan (Waaslat) Kasad Bidang Rencana Latihan (Renlat) Brigjen TNI Kemal Hendrayadi ke Kabupaten Nunukan, Selasa (21/7/2020) pagi.

Waaslat Kasad Bidang Rencana Latihan, Brigjen TNI Kemal Hendrayadi melakukan survei dan peninjauan wilayah Kabupaten Nunukan, yang akan dijadikan tempat latihan gabungan antara Indonesia dan Singapura.

"Kenapa saya melakukan survei ? Karena ini adalah tugas negara. Kita perlu tahu dan pahamai persoalan Singapura dan Indonesia. Ini sangat panjang ceritanya. Intinya, kita punya perjanjian dengan Singapura," terangnya saat malam ramah tamah dengan Bupati Nunukan di salah satu hotel, Selasa (21/7/2020) malam.

Dia menjelaskan, masih ada beberapa hal yang complited bermasalah dengan Singapura. Seperti perjanjian penerbangan yang masih dikuasai Singapura. "Seharusnya, ada income masuk ke Indonesia. Penerbangan seluruh dunia ramai di Singapura. Memang semua penerbangan menggunakan bandara di Indonesia. Itu sejak dulu. Sejak Presiden yang lalu-lalu sudah dilakukan negosiasi," jelasnya.

Namun, kata dia, Singapura sudah mau membuka diri. Hanya saja, Singapura minta kompensasi agar bisa berlatih di wilayah Indonesia.

"Hal ini direspon langsung Presiden. Dan langsung menjabarkan ke beberapa Menterinya. Dan mereka sepakat ada dua opsi tempat, yakni Batu Raja dan Nunukan. Kita berharap keduanya bisa digunakan," pungkasnya.

Dia menyampaikan bahwa lokasi latihan cukup luas sekitar 300 ribu hektare dimulai dari bibir pantai hingga ke daratan.

"Karena opsi bermain dalam tiga matra, yaitu darat, laut dan udara. Sehingga kita harus punya ruang dan koridor mencari daerah latihan," bebernya.

Menurut dia, meski lahan dibutuhkan cukup luas, namun kegiatan masyarakat tidak akan terganggu.

Dia mengatakan apabila disetujui, maka akan ada kegiatan pelatihan antara Indonesia dan Singapura sehingga akan menjadi kabar gembira bagi daerah tersebut karena perputaran perekonomian di wilayah itu akan berjalan dengan baik.

"Untuk itu, saya datang ke Nunukan dan minta permisi kepada bupati sebagai tuan rumah. Tentunya harus ada sinergi dari pemerintah dan masyarakat," jelasnya.

Selain itu, dia juga menyampaikan perkembangan update terakhir Laut China Selatan yang semakin memanas.

"Nah, kita sebagai wilayah yang punya radius potensi konflik terhadap laut China Selatan itu, maka kita harus punya langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Dengan inilah kita membangun sarana prasarana pelatihan, membangun unit dan persatuan di wilayah perbatasan karena ini bagian upaya kita menangkal ancaman wilayah kita," tandas dia. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah
logo

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com