12 Ekor Paus Terdampar di Perairan NTT Selama Juli
Rabu, 14 September 2022

Paus yang terdampar. (Foto: Antara)
KUPANG - Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang mencatat selama bulan Juli 2020 terdapat 12 mamalia laut paus terdampar di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.
"Selama bulan Juli, terdapat 12 ekor paus yang terdampar di perairan NTT. Beberapa diantaranya mati dan yang lainnya hidup," kata Kepala BKKPN Kupang Ikram Sangadji dikutip ANTARA, Sabtu (1/8/2020).
Ia menjelaskan, dari 12 paus yang terdampar itu 11 paus di antaranya terdampar di Pulau Sabu Raijua, berjenis Paus pilot. Sepiluh paus di antaranya mati dan satu lagi berhasil diselamatkan oleh warga pesisir pada Kamis (30/7/2020) lalu.
Sementara satu lagi adalah paus raksasa, paus biru atau Blue Whale, ketika terdampar dan mati di Pantai Nunhila pada 21 Juli 2020 lalu. Paus tersebut sudah dikuburkan di kabupaten Kupang.
"Total semua ada dua kasus terdampar dan matinya paus di wilayah perairan NTT ini," tambah dia.
Ikram menjelaskan, bahwa terdamparnya belasan paus itu secara alami bukan diakibatkan adanya perburuan liar yang dilakukan manusia di tengah laut.
Namun yang perlu diketahui adalah bahwa perairan NTT sendiri khususnya Laut Sawu adalah lokasi berkumpulnya mamalia laut, khususnya paus dari berbagai jenis. Hal itu dikarenakan lokasi itu memang merupakan tempat makan bagi para mamalia laut.
"Oleh karena itu terdamparnya paus-paus itu karena memang saat mencari makan mereka mengikuti arus yang membawa plankton-plankton, ke wilayah pesisir," ujar dia.
Sehingga, ujar dia, karena keasyikan mencari makan dan makan, gerombolan mamalia itu kemudian lupa untuk kembali ke laut yang dalam. Pada akhirnya paus-paus itu tak bisa bergerak lagi.
Adanya luka pada tubuh mamalia laut itu juga, kata dia, bukan karena perburuan, atau bekas tombak atau sebagainya. Namun luka itu dikarenakan gesekan-gesekan tubuh ikan itu di atas batu karang yang berujung pada luka yang parah.
Ia meyakini bahwa masyarakat NTT sudah banyak yang paham akan larangan berburu atau menangkap hewan laut yang dilindungi. Sehingga sampai sejauh ini dari proses uji lab tubuh paus yang mati tak ada tanda-tanda akibat perbuatan manusia. (*)
Sumber: Antara
Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:
- Jaga kebersihan badan dan lingkungan
- Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
- Gunakan masker apabila keluar rumah
- Jaga jarak dan hindari kerumunan
- Patuhi imbauan pemerintah
Berita Terkait

Menteri Agama Ingin Afirmasi Hak Beragama Warga Syiah dan Ahmadiyah

Kebakaran Gedung Kejagung, Mahfud MD Sebut Ruang Intel Ikut Terbakar

Tarakan dan Nunukan Masuk Daftar Daerah yang Boleh Buka Sekolah di Zona Kuning

Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah 1.749, Positif Bertambah 2.277

Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 1.560, Sembuh 2.012

Kapolri Mutasi Perwira Tinggi, Irjen Bambang Kristyono Jabat Kapolda Kaltara

Latihan Gabungan Indonesia dan Singapura Bakal Terealisasi
Jembatan SP 7–SP 2 Tanjung Buka Kian Rusak

TKD Anjlok, Program Pembangunan Tarakan Terpangkas

PKB Nunukan Bidik Tiga Kursi di Pemilu 2029

Kasus Tambang PT CCM, Kejagung Geledah Empat Lokasi di Kaltara

Ketemu Menhan, Bupati Nunukan Desak Pusat Bereskan Masalah Perbatasan

Tiga Warga Malaysia Diduga Masuk Ilegal, Dipindahkan ke Rudenim Balikpapan

