Politeknik Negeri Nunukan Menjadi Politeknik Negeri ke-44 di Indonesia
Politeknik Negeri Nunukan Menjadi Politeknik Negeri ke-44 di Indonesia
NUNUKAN, Koran Kaltara – Politeknik Negeri Nunukan (PNN) merupakan Politeknik Negeri yang ke-44 di Indonesia. Dengan beralihnya menjadi negeri, maka pengelolaannya berada di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Diketahui, sebelumnya pengelolaan di bawah binaan Politeknik Negeri Samarinda.
“Politeknik Negeri Nunukan adalah Politeknik Negeri ke- 44 di Indonesia. Artinya satu Indonesia ada 44 Politeknik Negeri,” ujar Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Ditjen Pendidikan Vokasi, Beny Bandanajaya, Kamis (28/1/2021) saat peresmian Politeknik Negeri Nunukan.
Ia mengatakan, dengan sejarah pendiriannya, bukan suatu hal yang mudah dan cepat. Sejak tahun 2014 dan 2015, selama kurang lebih 5-6 tahun, upaya dan usaha terus dilakukan tidak henti-hentinya.
"Saya mendapatkan informasi, adanya bantuan dana hibah dari pemerintah provinsi setiap dua tahun untuk membantu operasional. Kemudian ada beasiswa juga diberikan kepada mahasiswa, ada 100 pertahun dan ini luar biasa agar Politeknik Negeri Nunukan bisa segera bangkit dan mengembangkan pendidikan di wilayah perbatasan," ungkapnya.
Kemudian, lanjutnya, juga bagaimana upaya dan negoisasi kepada berbagai pihak, termasuk kepada Kementrian. Selain itu, peran Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui dana hibah, beasiswa, hibah aset dan lahan juga diapresiasi.
“Lahan dan aset yang ada di kampus ini, sudah diserahkan ke Politeknik Negeri Nunukan dan kementerian. Setelah menjadi tanggungjawab dari kementerian, tentu akan bisa kita kembangkan untuk lebih besar lagi, dalam bentuk pendirian bangunan, fasilitas, sarana prasarana, termasuk alat-alat praktik,” ujarnya.
"Kita ingin lulusan Politeknik Negeri Nunukan menjadi pioneer calon pimpinan di Kaltara bahkan di pusat. Karena, ke depan dibutuhkan lulusan perguruan tinggi yang berkualitas dan bisa berkiprah di daerah masing- masing, juga di Indonesia," imbuhnya.
Keberadaan Politeknik di Nunukan dinilainya tepat karena Nunukan yang berada di perbatasan dengan Malaysia, itu menjadi satu potensi besar.
“Karena di sini, mahasiswa tentunya bisa berkembang. Artinya mengembangkan potensi daerah dan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ada di sini untuk bisa menikmati pendidikan tinggi," kata Beny.
Ia mengatakan, pendidikan tinggi menjadi pintu gerbang bagi sumber manusia menjadi lebih terampil dan siap berkarya di masyarakat.
“Kita titipkan kepada pak Direktur PNN untuk terus mengikuti perkembangan dan kita akan support dengan berbagai kebijakan yang pada prinsipnya mendukung pengembangan daerah 3 T. Kedepan warga kita tidak lagi menjadi buruh, kalaupun mau ke Malaysia menjadi tenaga ahlinya. Sehingga nanti meningkatkan harkat martabat Indonesia,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam acara peresmian tersebut, hadir secara daring Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto. Kemudian hadir meresmikan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie didampingi Wakil Bupati Nunukan Faridil Murad, Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi, Ditjen Pendidikan Vokasi dan Direktur PNN Arkas Viddy. (*)
Reporter: Sabri
Editor: Didik
Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:
- Jaga kebersihan badan dan lingkungan
- Sering cuci tangan dengan sabun
- Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
- Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
- Jaga jarak dan hindari kerumunan
- Patuhi imbauan pemerintah
BERITA TERKAIT
Berita terkait tidak ditemukan!
TERPOPULER