Bupati Tegaskan KIPI tak Sekadar Ground Breaking

Akses insfrastruktur jalan menuju kawasan KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi. (Foto : Nurjannah)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Belum lama ini, Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang bersama Bupati Bulungan, Syarwani melakukan studi banding ke kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali. Hal itu dilakukan seiring rencana ground breaking  Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan oleh Presiden RI Joko Widodo, pada Oktober 2021 mendatang. Diharapkan pasca peletakan batu pertama, realisasi di lapangan bisa disegerakan. Mengingat tak jarang agenda besar usai ground breaking nihil realisasi. Salah satu contohnya PLTA di Kecamatan Peso. Terkait itu, Bupati Bulungan Syarwani, menegaskan komitmen investor agar KIPI bisa direalisasikan seperti halnya IMIP di Morowali. Sejak pertengahan 2016, IMIP saat ini sudah menghasilkan beberapa produk pengolahan nikel sesuai potensi yang ada di Morowali. Belajar dari IMIP inilah, dirinya  berharap agar pihak investor berkomitmen mengembangkan KIPI. "Jangan sampai begitu sudah ground breaking tersendat," ujarnya. Namun demikian, dirinya menyakini pembangunan akan berjalan dengan baik. Apalagi ground breaking dilakukan Presiden. "Tidak mungkinlah sekelas Presiden itu barang tidak jadi," imbuhnya. Secara geografis, wilayah Tanjung Palas Timur dengan Morowali memang berbeda. Namun, kondisi yang ada di daerah ini diyakini jauh lebih baik. Kesiapan dan percepatan dalam rangka merealisasikan pembangunan Kawasan industri bakal menjadi fokus pihaknya. Beberapa hal yang menjadi stressing (penekanan) dalam pengembangan KIPI itu, pertama, memastikan  pengembangan KIPI tidak akan menghilangkan kearifan lokal. Kedua, tidak menghilangkan potensi alam yang ada di sana. "Nanti, pengembangan kawasan industri ini bisa kita padukan dengan industri pariwisata. Sehingga, bisa berjalan secara bersamaan. Karena di sana juga ada objek wisata dan itu kita pastikan akan tetap ada meskipun ada pengembangan KIPI,” jelasnya. Dimulai dengan ground breaking, dimungkinkan pengembangan awal terpusat di Desa Mangkupadi. Lima pengembang KIPI, masing-masing pemilik izin usaha kawasan industri (IUKI) akan menjadi pengelola di kawasannya. "Iya, kalau sesuai data yang kita sampaikan ke pemerintah pusat melalui Bapak Gubernur secara berjenjang ada lima perusahaan. Kelima perusahaan yang mengelola KIPI merupakan penanaman modal asing (PMA). Setelah semua berjalan, barulah pemerintah membentuk badan pengelola kawasan ekonomi khusus,” ungkapnya. Menurutnya, efek berantai (multiplier effect) dari pengembangan KIPI sangat luar biasa. Contohnya, di Morowali. Tahap awal saja banyak menyerap tenaga kerja lokal. Selain itu, pemerintah juga berharap adanya komitmen untuk meningkatkan kapasitas SDM maupun infrastruktur. “Kemudian, jika pantai yang ada sekarang ini bisa dimaksimalkan untuk kegiatan kepariwisataan kita bisa menyanggah sebagai sarana transportasi dari Tanjung Palas Timur. Nah, itu multiplier effect lain yang bisa didapat daerah,” bebernya. Terkait hal ini, Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang, menegaskan setelah ground breaking nantinya kegiatan pembangunan pabrik bisa segera dilakukan. Diketahui, IMIP juga bakal berinvestasi di Kaltara. Ia menyakini pembangunan KIPI bisa lebih dari Morowali. "Nanti kita juga akan mencari milennial yang berpotensi untuk selanjutnya dilatih menjadi operator alat berat," pungkasnya. (*) Reporter: Nurjannah Editor: Hariadi

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com