Bulungan

Pengembangan KIPI, Pastikan 80 Persen Pekerja Lokal

Pengembangan KIPI Tanah Kuning Mangkupadi dipastikan tetap pertahankan potensi wisata pantai. (Foto: Nurjannah)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemkab Bulungan memastikan peluang tenaga lokal dalam rencana pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan.

Meski begitu, kebutuhan tenaga kerja juga akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Diperkirakan jumlah program yang masuk dalam agenda Proyek Strategis Nasional (PSN) itu bakal menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, penyerapan tenaga kerja asing akan tetap ada. Terutama untuk keahlian tertentu yang belum dimiliki sumber daya manusia (SDM) lokal.

“Saya paham, terkadang masyarakat berpikiran bahwa tenaga kerja asing mendominasi. Padahal, fakta di lapangan tidak seperti itu. Jika didominasi tenaga kerja asing, tentunya akan menuai protes dari masyarakat setempat,” ujarnya.

Penyerapan tenaga lokal juga akan disesuaikan dengan kebijakan daerah, dimana ada ketentuannya serapan tenaga kerja lokal 80 persen dan 20 persen tenaga kerja luar.

“Kita sudah sampaikan kepada pengembang agar menyerap tenaga kerja mencapai 80 persen,” ungkapnya.

Dalam hal ini, menurutnya juga diperlukan kesiapan SDM. Artinya, penyerapan ini juga harus disesuaikan dengan kapasitas yang ada.

“Jangan juga kita minta mengelola mekanisasi kalau tidak ada skill. Jadi, profesional saja,” katanya.

Saat ini yang terpenting bagaimana kegiatan yang bisa dilakukan oleh pekerja lokal diberikan ruang. Kemudian, terkait upah minimum kabupaten (UMK) juga harus menjadi perhatian.

“UMK di kawasan industri IMIP (PT Indonesia Morowali Industrial Park) itu sudah diangka Rp3,8 juta. Sedangkan di Bulungan masih di angka Rp2,4 juta. Mau tidak mau, hal itu harus menjadi patokan perusahaan untuk memberikan upah kepada pekerjanya,” tambahnya.

Selain menyerap tenaga kerja lokal, pembangunan KIPI ini juga akan memberikan dampak terhadap pendapatan daerah. Contoh, tiga desa di kawasan industri IMIP, Morowali. Dana desa (DD) mereka saat ini bisa mencapai Rp7 miliar.

“Nah, ini dampak dari pembangunan kawasan industri tersebut. Belum lagi dampak terhadap PAD (pendapatan asli daerah). Misalnya, pendapatan dari pajak galian C. Dari target yang disampaikan Pemda Morowali kurang lebih Rp 5,2 miliar per tahun. Namun, dari IMIP itu saja sudah memberikan kontribusi dari galian C  mencapai Rp207 miliar,” papar Syarwani.

Oleh karena itu, dengan adanya pembangunan KIPI ini diharapkan bisa memberikan dampak terhadap Bulungan.

“Kita berharap dengan adanya pembangunan KIPI ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Hariadi

 

TOPIK TERKAIT:

Bupati Tegaskan KIPI tak Sekadar Ground Breaking

Lima Investor Diusulkan jadi Pengelola KIPI

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment