Headline

Zona Orange Hanya di Wilayah Ibukota

Kepala Dinkes Kaltara Usman saat ditemui media, Senin (10/5/2021). (Foto: Rizqy)
  • Kasus Covid-19 Cenderung Menurun, Dinkes Wanti-Wanti Kerumunan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Berdasarkan data peta risiko oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berada pada risiko sedang (zona oranye). Sejak 2 Mei lalu, hingga kemarin, empat kabupaten dan satu kota di Kaltara berada pada zona oranye. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman, saat ditemui Koran Kaltara, Senin (10/5/2021).

Ia menjelaskan, bahwa satgas pusat menetapkan peta risiko berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Setidaknya ada tiga indikator yang diterapkan, yakni indikator epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan.

Terhadap hal itu, meski tampak semua kabupaten/kota di Kaltara zona oranye, namun tidak semua wilayah berisiko sama. Pasalnya, dalam laporan tiap daerah yang berjenjang hingga kecamatan dan di tingkat desa/kelurahan, masih banyak wilayah yang masuk zona kuning (risiko rendah) bahkan zona hijau (tidak ada kasus). Sebagian besar zona oranye tiap daerah hanya berada di daerah ramai penduduk, khususnya di ibukota kabupaten/kota.

“Semua daerah berdasarkan peta risiko dari pusat, itu zona oranye. Tapi di masing-masing daerah di Kaltara, ada yang zona hijau. Misalnya di Nunukan membuat peta zonasi, ada yang zona kuning ada yang hijau. Jadi sebenarnya yang zona oranye itu, di daerah atau wilayah ibukota kabupaten-nya,” jelas Agust, Senin (10/5/2021).

Kaitannya dengan hal tersebut, menjelang Idulfitri beberapa hari ke depan, perkembangan kasus Covid-19 terus dipantau. Pasalnya, edaran Menteri Agama menyatakan, bahwa daerah dengan status berisiko sedang hingga tinggi diarahkan untuk melaksanakan Salat Idulfitri di rumah masing-masing.

“Kita tetap ikuti aturan pemerintah. Karena sebenarnya, yang kita khawatirkan (peningkatan). Sekarang ini sudah cenderung menurun. Jangan sampai nanti dengan adanya kerumunan dan sebagainya, muncul lagi kasus, itu yang dihindari. Makanya itu (kebijakan pemerintah) adalah upaya pencegahan,” ujar Usman.

Senada disampaikan Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltara Agust Suwandy, bahwa penerapan protokol kesehatan adalah kunci menekan angka penularan. Adapun soal peta risiko, dapat dijadikan rujukan pemerintah dalam mengambil kebijakan. Akan tetapi, tetap mempertimbangkan zonasi hingga di wilayah tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.

“Zonasi itu harus di-breakdown lagi oleh kabupaten dan kota menjadi zonasi per kecamatan sampai desa. Jadi tidak mesti semua kecamatan atau desa oranye. Mungkin ada yang hijau, kuning, atau oranye,” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah