Nunukan

Zona Landfill Kedua Dibangun di TPA Tanjung Harapan

Lokasi TPA Tanjung Harapan, Nunukan Selatan. (foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan masih mengerjakan pembangunan zona landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Tanjung Harapan, Nunukan Selatan.

Kepala Bidang (Kabid) Persampahan, DLH Nunukan, Joned mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekitar Rp12 miliar.

“Kita mulai sejak awal Januari 2021 ini. Mudahan akhir tahun sudah selesai semuanya. Karena, bukan hanya zona landfillnya, namun garasi alat berat, akses masuk, gapura dan sebagainya,” jelasnya kepada Koran Kaltara, Selasa (14/9/2021).

Dia menjelaskan bahwa zona landfill ini sepeti kolam. Nantinya menjadi tempat proses akhir sampah-sampah yang memang sudah tidak bisa dikelola ulang.

“Volumenya hanya satu unit, luasannya kalau tidak salah 1 hektare,” jelasnya.

Dia menjelaskan, zona landfill di TPA Tanjung Harapan sudah ada satu. Itu dibangun sejak tahun 2011 dan dioperasikan sejak tahun 2013. Hanya saja, kondisi landfill ini sudah penuh, sehingga perlu membangun zona keduanya.

“Kalau umur TPA sendiri tergantung pengelolaan sampahnya. Normal itu 7 tahun hingga 8 tahun. Karena, fakta zona landfill yang pertama sampai 8 tahun kita gunakan,” jelasnya.

Selama ini, kata dia, volume sampah rumah tangga per harinya mencapai sekitaran 80 ton. Namun hanya 23 ton yang masuk ke TPA karena ada pemilahan sampah yang bisa didaur ulang.

“Kalau kita bawa semuanya langsung ke TPA, ya cepat penuh. Contoh, sampah plastik, kertas dan sebagainya yang bisa daur ulang, kan ada juga masuk ke pengepul,” bebernya.

Menurut dia, zona landfill yang dibangun ini memiliki kedalaman 6 meter, namun ketinggian puncaknya kurang lebih 12 meter.

“Kolamnya ada dua kegunaan. Setelah kolam lama di tutup permanen, kita bisa suntik kembali ambil gas metannya. Nah, sekarang ini kita lepas saja gasnya, karena kolamnya masih kita pakai. Jika nantinya gas metannya habis, tanahnya bisa digali lagi untuk menutup landfill yang sudah dioperasikan,” bebernya.

Dia menyampaikan dukungan pembangunan TPA Sampah Tanjung Harapan berupa peningkatan/pengembangan TPA sebelumnya yang telah dibangun pada 2012.

Pekerjaan fisik mulai dilaksanakan sejak 26 Januari 2021 dengan progres hingga 23 Agustus mencapai 65,22 persen.

Konstruksi TPA ini ditargetkan selesai pada November 2021 untuk melayani sebanyak 77.885 jiwa atau setara 15.577 KK masyarakat di Pulau Nunukan.

“TPA Sampah Tanjung Harapan menggunakan sistem sanitary landfill. Tujuannya, untuk meminimalisir dampak pencemaran, baik air, tanah, maupun udara, sehingga akan lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan meliputi zona landfill, akses menuju TPA dan drainase, hanggar alat berat, tempat mencuci kendaraan, jembatan timbang, pagar keliling, gorong-gorong, gerbang, dan pos jaga.

Pembangunan TPA Sampah Tanjung Harapan di bawah tanggung jawab BPPW Kalimantan Utara, Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan biaya APBN sebesar Rp12 miliar. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin