Headline

Zona Kuning, tapi Positif Rate Tinggi

Tampak Gubernur Zainal A Paliwang dan wakilnya serta ketua dewan saat mendengarkan paparan Mandagri secara virtual. (Foto: Rizqy)
  • Mendagri Tekankan Penanganan Intens hingga Kepatuhan Masyarakat

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia masih menjadi perhatian pemerintah. Sejauh ini perkembangannya kian mengalami penurunan kasus. Akan tetapi pemerintah tetap mengingatkan agar penanganan tetap dilakukan. Hal itu pula yang ditekankan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kepada Kalimantan Utara (Kaltara).

Demikian ditekankan Tito saat menyampaikan sambutan virtual di tengah agenda syukuran hari jadi yang ke-9 Kaltara pada Senin (25/10/2021). Menurut dia, positif rate Corona di Kaltara masih tinggi. Artinya angka penularan kasus dibandingkan dengan jumlah penduduk yang sedikit, perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Kaltara masih tinggi positif rate-nya. Tingkat angka penularan relatif masih tinggi. Bahkan dengan jumlah penduduk yang sedikit, positif rate Kaltara paling tinggi di Indonesia,” katanya.

Berdasarkan peta risiko, Kaltara sudah masuk kategori zona kuning atau risiko rendah. Termasuk lima kabupaten dan kota yang ada di dalamnya. Hanya saja, angka penularan yang masih terjadi, harus diperhatikan oleh pemerintah daerah.

“Kepala daerah, baik di tingkat provinsi, termasuk kabupaten dan kota harus tetap memperhatikan penanganan Covid ini. Karena walaupun sudah turun ke zona kuning, semua daerah di Kaltara masih terjadi penularan,” ungkap mantan Kapolri tersebut.

Selain itu, Mendagri juga mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya di Kaltara tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Penurunan kasus tidak boleh membuat warga lengah. Apalagi sampai mengabaikan hal-hal yang bisa memicu ledakan kasus baru atau gelombang ketiga.

“Jangan sampai terjadi gelombang ketiga. Masyarakat harus betul-betul patuh gunakan masker, rajin cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak dan mengurangi kerumunan. Maupun juga mengurangi mobilitas yang tidak perlu. Selain itu juga perkuat 3 T (testing, tracing, treatment),” ajaknya.

Dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kaltara Usman mengatakan, semua daerah di Kaltara saat ini terus menunjukkan penurunan kasus. Adapun untuk positif rate, diakui lebih tinggi karena jumlah penduduk rendah. Namun kasus aktifnya terus menurun.

“Kalau untuk penanganan, tentu terus dilakukan. Termasuk sosialisasi itu intens dilaksanakan. Vaksinasi juga terus berjalan sebagai upaya kita bisa mencapai herd immunity,” ujar Usman, Selasa (26/10/2021). (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment