Ruang Publik

Zakat sebagai Ungkapan Rasa Syukur

Irianto Lambrie

Alhamdulillahirrabbil alamin, Puji syukur kehadirat Allah SWT. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Ulama Imam Ghazali menyampaikan sebuah perumpamaan: “Kecintaan kepada harta adalah binatang buas yang menyerang jiwa dan raga secara tiba-tiba, serta mewariskan kehinaan dan kenistaan pada orang tersebut”

Maknanya, bahwa cinta pada harta bisa mengakibatkan stres atau kegelisahan yang berlebihan, jika harta tersebut tidak bisa dikelola dengan bijak. Kebanyakan dari kita menganggap biasa nikmat yang kita temui sehari-hari. Bisa makan dan minum sepuasnya, kesehatan yang prima, sehingga kita tidak tahu keindahan dan kenikmatan itu, suatu saat bisa hilang.

Makna dari limpahan berkah hidup dalam agama Islam adalah mengajarkan kepada kita untuk selalu bersyukur dalam kehidupan ini. Salah satu bentuk syukur adalah mengenali manfaat zakat, bahwa dengan mengeluarkan zakat terhadap harta benda dan barang perniagaan yang kita miliki.

Zakat Menyucikan Harta

Zakat yang kita keluarkan, baik berupa zakat fitrah maupun zakat maal (zakat harta), merupakan wujud terima kasih atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT dalam hidup. Oleh karena itu, salah satu manfaat zakat adalah mampu menyucikan harta yang kita miliki sehingga membawa barokah dalam hidup.

Hal ini seperti tertuang dalam firman Allah SWT, Surah At Taubah ayat 103, yang artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.”

Dalam ayat tersebut juga mengartikan, bahwa di balik tumpukan harta kita, ada hak orang lain, khususnya hak fakir-miskin dan anak yatim piatu. Berzakat adalah bagian dari menjalankan rukun Islam dan proses pensucian harta. Berbagi nikmat dalam bentuk zakat akan mampu mendatangkan nikmat lainnya. Ibarat sebuah gelas yang berisi air penuh, gelas tersebut tidak akan diisi lagi bila air di dalamnya tidak dituang ke tempat lain. Itulah salah satu manfaat zakat yang berlaku bagi umat Islam yang telah memenuhi syarat.

Zakat Membawa Berkah Kehidupan

Zakat bermakna Al-Barakatu, yang artinya berkah. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu membayar zakat, hartanya akan selalu dilimpahkan keberkahan oleh Allah SWT, kemudian keberkahan harta ini akan berdampak kepada keberkahan hidup.

Keberkahan ini lahir karena harta yang kita gunakan adalah harta yang suci dan bersih sebab harta kita telah dibersihkan dari kotoran dengan menunaikan zakat yang hakikatnya zakat itu sendiri berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan harta.

Allah SWT tidak pernah ingkar janji. Dia selalu mengganti amal ibadah manusia dengan jumlah yang berlipat ganda. Berzakat adalah bagian dari rasa syukur, menjalankan rukun Islam, keinginan membagi sebagian harta dengan orang lain, sekaligus memancing turunnya rahmat Allah yang lebih besar dalam hidup ini. Mari kita sucikan hati dan harta pribadi dengan menunaikan zakat kepada mereka yang berhak menerima.

Zakat Membuat Harta Berkembang

Zakat bermakna An-Numuw, yang artinya tumbuh dan berkembang. Makna ini menegaskan bahwa orang yang selalu menunaikan zakat, hartanya (dengan izin Allah) akan selalu terus tumbuh dan berkembang. Hal ini disebabkan oleh kesucian dan keberkahan harta yang telah ditunaikan kewajiban zakatnya.

Kita tidak pernah mendengar orang yang selalu menunaikan zakat dengan ikhlas karena Allah, kemudian banyak mengalami masalah dalam harta dan usahanya, baik itu kebangkrutan, kehancuran, kerugian usaha, dan lain sebagainya. Tentu kita tidak pernah mendengar hal seperti itu, yang ada bahkan sebaliknya. Harta yang dimilik semakin berkembang dan berkah.

Zakat Selamatkan dari Api Neraka

Banyak literatur agama dan nasihat para ulama yang menyampaikan bahwa zakat, infaq dan sedekah akan menyelamatkan umat muslim dari siksa api neraka di hari akhir kelak.

Dari buku agama yang saya baca dan nasihat para ulama dan guru-guru kita, banyak sekali umat muslim yang menyesal ketika sudah di alam kubur karena tidak menunaikan zakatnya. Termasuk juga infaq dan bersedekah.

Hal itu dikarenakan dalam alam kubur nanti, disampaikan bahwa zakat, infak dan sedekah diperlihatkan bisa memberi fadilah dan pertolongan.

Zakat sebagai Wujud Syukur

Zakat, infak dan sedekah adalah salah satu cara bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT. Begitu besar nikmat yang diberikan Allah SWT sampai kita pun dikatakan tidak sanggup menghitungnya.

Allah Ta’ala berfirman, “Ingatlah kepada-Ku, Aku juga akan ingat kepada kalian. Dan bersyukurlah kepada-Ku, janganlah kalian kufur.” (Qs. Al Baqarah: 152)

Pada ayat tersebut Allah memerintahkannya secara khusus, kemudian sesudahnya Allah memerintahkan untuk bersyukur secara umum. Allah berfirman yang artinya, “Maka bersyukurlah kepada-Ku.”

Yaitu bersyukurlah kalian atas nikmat-nikmat ini yang telah Aku karuniakan kepada kalian dan atas berbagai macam bencana yang telah Aku singkirkan sehingga tidak menimpa kalian. Salah satu bentuk bersyukur di sini adalah dengan menafkahkan Sebagian harta kita untuk diberikan kepada fakir miskin, yatim piatu dan orang-orang yang membutuhkan,.

Allah SWT akan memberukan balasan bagi orang yang pandai bersyukur. Seperti dalam firman-Nya; “Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Qs. Ali Imran:145)

Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang mengingat nikmat Allah Ta’ala dengan bersyukur. “Ya Allah! Berilah pertolongan kepadaku untuk menyebut nama-Mu, syukur kepada-Mu dan ibadah yang baik untuk-Mu.” Wallahu A’lam Bishawab. (*)