Malinau

Wempi Resmi Jadi Ketua DPRD Malinau

Ketua Pengadilan Malinau Andri Simbolon saat membacakan sumpah janji Pimpinan DPRD Malinau definitif periode 2019-2024 secara khidmat. (foto: Sulaiman/Koran Kaltara)
  • Bilung Ajang dan Yohana Liu Jadi Wakil Ketua

MALINAU, Koran KaltaraKetua Sementara DPRD Kabupaten Malinau Wempi W Mawa resmi menjadi Ketua DPRD Kabupaten Malinau masa jabatan 2019-2024 setelah diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Malinau Andri Simbolon.

Sedangkan posisi jabatan Wakil Ketua DPRD I resmi diduduki perwakilan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Bilung Ajang dan Wakil Ketua DPRD II Yohana Liu dari Partai Nasdem.

Sekretaris DPRD Malinau Makson mengatakan, pengangkatan pimpinan DPRD berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR,DPR, DPD dan DPRD. Dimana, pimpinan DPRD Kabupaten/Kota ditentukan berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRD kabupaten/kota.

“Berdasarkan UU itu, ditentukan bahwa Ketua DPRD Kabupaten berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama. Sedangkan Wakil DPRD dilihat dari suara partai politik terbanyak kedua dan ketiga,” ungkap Makson kepada Koran Kaltara, Senin (30/9/2019).

Menurut dia, berdasarkan urutan partai politik yang memiliki kursi terbanyak, diantaranya Partai Demokrat 7 kursi, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 4 kursi dan Partai Nasdem 3 Kursi.

“Dari kursi terbanyak itu dilihat dari masing-masing usulan DPC yang diusulkan ke Gubernur Kaltara untuk ditetapkan sebagai pimpinan DPRD secara definitif,” jelasnya.

Sementara Ketua DPRD Malinau Wempi W Mawa mengharapkan dukungan semua pihak agar dapat menjalankan tugas sebagai pimpinan DPRD Malinau dengan baik, lancar, aspiratif dan professional.

“Secara khusus saya mengajak anggota DPRD Malinau untuk bersama-sama memahami tugas pokok dan fungsi kita sebagai anggota DPRD Malinau. Sehingga kedepan bisa mencurahkan pemikiran tenaga, pikiran dan kemampuan dalam mengemban amanah rakyat, yakni fungsi legilisasi, anggaran dan pengawasan berdasarkan representasi rakyat,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Malinau Dr Yansen TP mengucapkan selamat kepada anggota DPRD Malinau 2019-2024 yang secara resmi dikukuhkan. “Selain itu juga kami juga memberikan apresiasi, kepada Yohana sebagai pimpinan dewan perempuan yang pertama memimpin jajaran di DPRD Malinau,” ucap Yansen.

Menurut dia, keberadaan pimpinan DPRD perempuan, maka kesamaan gender di lingkungan Malinau telah berjalan dengan baik.

“Artinya kesetaraan gender di Malinau telah berjalan dengan baik. Semoga kedepan bisa memberikan warna juga dalam menjalankan penyelenggaraan pemerintahan kabupaten, khususnya di DPRD Malinau,” ujarnya.

Yansen menyebutkan berdasarkan Undang-Undang No 23 Tahun tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, pada hakikatnya DPRD memiliki fungsi penyelenggara pemerintah.

“Sifatnya sama dengan kepala daerah untuk mencapai tujuan penyelenggaran Pemerintahan Daerah. Dalam hal ini, DPRD memiliki fungsi penting yaitu pembentukan Peraturan Daerah (perda), fungsi anggaran dalam rancangan APBD. Ketiga, fungsi pengawasan untuk mengontrol program daerah melalui APBD dan kebijakan dari Pemerintah Kabupaten Malinau,” jelasnya.

Selain menjalankan tiga fungsi tersebut, DPRD juga harus membangun sinergitas dalam pembangunan pemerintahan yang kuat secara bersama-sama membangun Kabupaten Malinau.

“Apalagi saat ini Pemda masih memiliki cukup banyak tugas-tugas yang dikerjakan secara bersama-sama, dalam rangka mempertajam program Gerdema, yang merupakan program strategis dalam mewujudkan  keberhasilan. Terutama di tiga program unggulan yaitu Wajib Belajar 16 tahun, program Rasda dan RT Bersih,” jelasnya.  (*)

Reporter : Sulaiman

Editor : Sobirin