Hukum Kriminal

Waspada, Narkotika Jenis Baru Masuk Indonesia

Kabidhumas Polda Kaltara, AKBP Berliando
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Dikutip dari salah satu laman media online nasional, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita empat kardus yang berisikan botol mintak ganja cair dan empat botol bermerk Hemspees. Dua zat kimia tersebut merupakan NPS (new psycoaktive substances) yang disebut-sebut sebagai narkotika jenis baru. Daerah-daerah Indonesia yang berada di perbatasan seperti Kalimantan Utara…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Dikutip dari salah satu laman media online nasional, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita empat kardus yang berisikan botol mintak ganja cair dan empat botol bermerk Hemspees. Dua zat kimia tersebut merupakan NPS (new psycoaktive substances) yang disebut-sebut sebagai narkotika jenis baru.

Daerah-daerah Indonesia yang berada di perbatasan seperti Kalimantan Utara (Kaltara) tentu harus lebih mewaspadai adanya penyeludupan produk baru yang mengandung narkotika ini. Di Provinsi Kaltara sendiri, tentu menjadi tugas dari kepolisian dalam menangkal adanya penyeludupan barang tersebut agar tidak masuk ke Indonesia. Narkotika jenis baru yang diamankan itu diduga berasal dari negara Jerman.

“Tentu hal itu sudah menjadi antisipasi kita.  Koordinasi dengan pihak yang lain akan kami tempuh, guna mempersempit ruang bagi si pengedar ini. Karena, kemungkinan besar juga daerah kita menjadi pilihan untuk menyeludupkan barang baru itu,” kata, Kabidhumas Polda Kaltara, AKBP Berliando, Jumat (14/12/2018).

Diungkapnya, menanggapi persoalan masuknya narkotika jenis baru yang berbentuk cairan itu, akan menjadi atensi pihaknya melalui Ditresnarkoba. Kerjasama dengan unsur TNI AL, Bea Cukai dan unsur terkait lainnya saat ini sudah dilakukan untuk memastikan barang tersebut tidak sampai dipasarkan di Kaltara ini.

Karena, tidak menutup kemungkinan barang itu sudah masuk ke wilayah Kaltara dan ternyata sudah dipasarkan. “Diperlukan kerjasama dengan semua pihak. Baik unsur TNI AL ,Bea Cukai dan unsur lainnya. Karena kalau menurut saya, tanpa ada kerjasama secara terpadu, mustahil kita bisa cegah masuknya barang itu,” jelasnya.

Lanjut Berliando, tiga pilar desa juga akan diberdayakan dalam menangkal peredaran narkotika ini. Upaya yang dilakukan itu dengan tujuan sebagai salah satu langkah preventif kepolisian terhadap penyalahgunaan narkoba di era saat ini. Terlebih lagi, jenis narkotika baru yang berhasil diungkap BNN mengandung zat kimia, yakni Canabidiol dan Dronabinol

“Partisipasi masyarakat  secara aktif juga sangat diperlukan. Kalau bisa, masyarakat juga menanamkan diri bahwa dia adalah seorang penegak hukum yang sama-sama memiliki kewajiban untuk menutus mata rantai peredaran gelap narkoba ini,” kata dia.

Terutama untuk generasi muda, para bandar narkoba juga menjadikan anak-anak baik masih berstatus pelajar atau tidak menjadi sasaran agar barang haram tersebut dapat di perjual belikan. Sehingga, orangtua perlu tahu bahwa narkoba adalah barang haram yang dilarang semua agama dan merupakan zat/obat paling berbahaya.

“Pihak sekolah juga harus memberikan ketegasan terhadap para pedagang yang berjualan di sekolah. Kita harus sama-sama menyelamatkan anak kita dari narkoba ini,” tutupnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Edy Nugroho
Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 15 Desember 2018

BACA JUGA:

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment