Headline

Waspada Bencana Alam di Tengah Pandemi

Kalak BPBD Kaltara Andi Santiaji Panandrangi saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)
  • BPBD Kaltara Dorong Partisipasi Aktif Masyarakat

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Awal Tahun 2021, sebagian wilayah di Indonesia tengah dilanda bencana. Mulai dari peristiwa kecelakaan pesawat hingga bencana alam berupa banjir, longsor, erupsi gunung merapi hingga gempa bumi.

Di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) juga mewaspadai bencana alam. Seperti diketahui, secara geologis dan hidrologis, provinsi ke-34 ini rawan akan bencana yang disebabkan curah hujan tinggi: seperti banjir bandang, longsor, angin kencang, hingga puting beliung.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltara Andi Santiaji Panandrangi mengemukakan, pihaknya terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi di awal tahun ini. Terlebih, sesuai data Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), curah hujan cukup tinggi mengintai Kaltara. Bahkan setiap harinya, terjadi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah.

“Kita sudah lakukan koordinasi dan komunikasi kepada para Kalak (BPBD kabupaten/kota) untuk melakukan kesiapsiagaan dalam rangka menghadapi cuaca, khususnya situasi di bulan Januari sampai Maret,” katanya, Minggu (17/1/2021).

Seluruh daerah mendapat atensi tinggi, tanpa terkecuali. Pasalnya, berdasarkan peta rawan bencana yang dirilis BPBD tahun lalu, banjir dan tanah longsor merupakan bencana alam yang mengancam sejumlah daerah. Terlebih saat ini, Indonesia termasuk Kaltara juga masih menghadapi bencana non-alam berupa Pandemi Covid-19.

“Hampir semua kabupaten dan kota potensi kerawanannya sama, yakni banjir dan tanah longsor. Misalnya ancaman banjir dan longsor di Bulungan, Tarakan, Nunukan, Tana Tidung, dan Malinau,” sebutnya.

Untuk itu, selain peran stakeholder di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota, masyarakat juga diminta terlibat. Apalagi, tidak semua peristiwa yang terjadi karena bencana alam. Melainkan ada bencana akibat ulah tangan manusia. Misalnya kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal, kebakaran hutan, hingga kecelakaan-kecelakaan tertentu.

“Kita juga mengajak masyarakat juga ikut berpartisipasi. Karena persoalan bencana ini persoalan kita semua. Mereka juga harus siap siaga. Misalnya, saat naik speed, tanya petugas gunakan pelampung. Kita juga imbau pengelola speed tetap terapkan protokol kesehatan dan protokol berlayar. Jadi sambil kita menghadapi covid, juga harus antisipasi dalam rangka situasi kondisi cuaca,” tandasnya.

Sementara itu, Andi Santiaji juga menyampaikan, pihaknya selalu berkoordinasi dengan BMKG. Termasuk dengan pihak TNI dan Polri untuk lebih meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah