Ekonomi Bisnis

Wali Kota Sebut Potensi PAD dari Pelabuhan SDF Cukup Besar

Khairul

TARAKAN, Koran kaltara – Rencana pengelolaan atau penyerahan aset Pelabuhan Tengkayu I SDF Tarakan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kaltara, namun dengan sistem bagi hasil antara pemprov dengan Pemkot Tarakan.

Saat dikonfirmasi terkait pengelolaan Pelabuhan SDF, Wali Kota Tarakan Khairul mengatakan, belum bisa bicara banyak, karena masih menunggu draf dari pemerintah provinsi.

“Yang pasti kita apreasiasi dan menghargai tindak lanjut dari Pak Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang yang sudah meminta proses percepatan penyerahan Pelabuhan SDF,” terangnya, Kamis (18/2/2021).

Terkiat soal sitem bagi hasil, Khairul mengatakan, persoalan bagi hasil antara provinsi dan kabupaten/kota selalu terjadi misalnya bagi hasil migas, kemudian bagi hasil pajak kendaraan maupun pengelolaan aset lainnya.

“Contoh bagi hasil pengelolaan (pajak)  kendaraan biasanya kabupaten atau kota 70 persen dan provinsi 30 persen. Tapi kita lihat nanti (Pelabuhan SDF) masing-masing seperti apa,” katanya.

Khairul menegaskan, saat ini pihaknya masih menunggu draf dari Pemerintah Provinsi Kaltara. Draf tersebut nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kota Tarakan kemudian dilakukan pembahasan bersama.

“Kalau dulu itu harapanya aset tersebut dikembalikan ke kita (Tarakan), kalau nanti akan ada sistem bagi hasil tentu kita akan lihat kembali dan kita bahas,” ujarnya.

Khairul mengatakan, terkait dengan potensi pendapatan dari sektor Pelabuhan SDF cukup besar. Jika dikelola dengan sebaik-baiknya, tentu pendapatan asli daerah (PAD) dari pelabuhan bisa jauh lebih besar.

“Dulu saja dikelola bisa mencapai Rp5 miliar, apalagi sekarang jika dikelola dengan baik bisa lebih dari itu. Banyak potensi di sana yang bisa dikelola, seperti parkir dan lainnya. Jadi tidak hanya arus penumpang dan barang saja,” tandasnya. (*)

Reporter: Ariyanto

Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah