Video Viral Ibu Ambil Timun di Pinggir Jalan Dipastikan Warga Bulungan

Tampak seorang ibu bersama anaknya tengah mengambil timun. (IST)

Dinsos Turunkan Petugas Lapangan, Miliki Tujuh Anak Tanpa Identitas

TANJUNG SELOR, korankaltara.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bulungan buka suara terkait video yang beredar di media sosial, yang memperlihatkan seorang ibu mengambil timun di pinggir jalan untuk dikonsumsi bersama anaknya. Dinsos memastikan peristiwa tersebut benar terjadi dan yang bersangkutan merupakan warga Bulungan.

Dalam video yang beredar, timun yang diambil tampak masih dalam kondisi baik. Diduga, sayuran tersebut terjatuh dari kendaraan pengangkut dan bukan merupakan barang busuk yang sengaja dibuang. Kondisi itu kemudian dimanfaatkan oleh sang ibu karena masih layak konsumsi.

Kepala Dinas Sosial Bulungan, Mahmuddin Pallantara, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

“Itu memang benar warga kita. Petugas sudah turun langsung untuk mengecek kondisi yang bersangkutan,” katanya, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan informasi sementara, ibu tersebut tinggal di wilayah Kilo 57, RT 14, Desa Sajau, kawasan perbatasan antara Kabupaten Berau dan Bulungan. Namun, identitas lengkap yang bersangkutan hingga kini belum diketahui secara pasti.

Mahmuddin menjelaskan, sang ibu diketahui memiliki tujuh orang anak yang masih kecil. Dari hasil penelusuran di lapangan, seluruh anaknya tersebut belum memiliki identitas kependudukan.

“Kondisi sosialnya cukup kompleks. Dari hasil konfirmasi petugas di lapangan, anak-anak tersebut belum memiliki dokumen identitas,” ujarnya.

Seiring masuknya wilayah Kilo 57 ke dalam administrasi Desa Sajau, Mahmuddin menilai peran aktif pemerintah desa sangat dibutuhkan. Khususnya dalam pendataan warga dan pengurusan administrasi kependudukan.

Menurutnya, jika perangkat desa proaktif, persoalan identitas dapat segera dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk ditindaklanjuti. Pasalnya, masih terdapat sejumlah warga di Bulungan yang belum memiliki dokumen kependudukan lengkap.

“Ini seharusnya menjadi perhatian bersama. Desa punya peran penting untuk mendata warganya, lalu menyampaikan ke kami agar bisa ditangani bersama,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, Dinsos kerap menjadi pihak yang disorot ketika muncul persoalan sosial. Padahal akar masalah di lapangan sering kali memerlukan keterlibatan lintas sektor, terutama dari pemerintah desa.

“Kadang masyarakat tahunya Dinsos saja, padahal kami perlu data awal dari desa. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar kasus serupa tidak terus berulang,” pungkas Mahmuddin. (*)

Reporter: Kurniawin

Redaktur: Fathu Rizqil Mufid

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com