Headline

Vaksinasi Di Tarakan 25,64 Persen

Penanganan Covid-19 Kota Tarakan menyuntikkan vaksin kepada warga. (Foto : Sofyan)
  • Baru 54.854 Orang dari 213.564 Sasaran yang Disuntik Vaksin

TARAKAN, Koran Kaltara – Vaksinasi diyakini dapat menekan penyebaran Covid-19. Para pakar kesehatan juga menyarankan hal tersebut, sehingga berbagai negara berlomba untuk melakukan vaksinasi warganya dengan harapan mendapatkan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Di Indonesia juga tengah mengupayakan, termasuk di Tarakan yang baru mencapai 25,64 persen dari sasaran. Vaksinasi diharapkan mampu menyudahi pandemi Covid-19.

Jika sebagian besar orang dalam suatu kelompok telah memiliki kekebalan terhadap penyakit infeksi tertentu, maka semakin sulit bagi penyakit untuk menyebar karena tidak banyak orang yang dapat terinfeksi.

Cara yang dapat ditempuh untuk mendapatkan kekebalan pada banyak orang sekaligus adalah vaksinasi. Di Tarakan terdapat 213.564 warga sasaran. Dari angka itu, baru tercapai 54.854 jiwa untuk dosis pertama atau 25,64 persen dari target untuk dosis pertama.

Untuk dosis kedua, baru tercapai 29.967 jiwa atau sudah 14,03 persen. Sedangkan dosis ketiga yang diperuntukkan booster bagi tenaga kesehatan, sudah di angka 1.785 jiwa dengan jumlah sasaran 3.078 orang atau 57,99 persen.

“Jadi, kita belum mencapai herd immunity, kalau kita lihat dosis pertama yang baru di kisaran 25 persen. Jadi, kita melihat itu, karena herd immunity akan terbentuk saat semua sasaran sudah tervaksin dosis pertama,” terang Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, Devi Ika Indriarti, Minggu (26/9/2021).

Oleh karena itu, Satgas Penanganan Covid-19 mulai menyasar ibu hamil dan pelajar. Namun untuk pelajar masih dalam tahap penjadwalan.

Diharapkan dalam waktu dekat sudah bisa dilaksanakan. Apalagi Dinas Pendidikan juga sedang mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), sambil menunggu Pemberlakukan Pembatasan Sosial Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun dari level 4 ke 3, 2, atau 1.

“Untuk pelajar, sebenarnya kita akan agendakan lagi. Kita harus mengejar vaksinasi supaya memenuhi target. Oleh karena itu, kita juga akan laksanakan vaksinasi kepada pelajar. Sudah ada pihak yang melaksanakan itu, tetapi belum banyak pelajar yang dilayani. Untuk stok vaksin, kita mencukupi,” paparnya.

Selain itu, Satgas juga telah menyasar warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Tarakan, namun baru ada sekitar 400 yang telah divaksin. Selebihnya terkendala Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tidak dimiliki oleh yang bersangkutan.

“Warga binaan sudah kita lakukan vaksinasi sekali atau dosis pertama, sekitar seminggu yang lalu sudah kita laksanakan kepada sekitar 400 orang. Untuk dosis keduanya menunggu 28 hari atau sebulan setelah dosis pertama diberikan. Sedangkan yang belum tervaksian, masalahnya adalah NIK yang tidak ada. Tetapi kita sudah siapkan lagi untuk dosis pertama dan kedua untuk warga binaan,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment