Politik

Utamakan Kader Jika Survei Mendukung

Tampak Ketua DPC Demokrat Bulungan berkomunikasi dengan kadernya yang duduk di kursi DPRD Kaltara. (Foto: Fathu Rizqil Mufid)
  • Demokrat: Kami Komunikasi ke Semua Partai

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bulungan Najamuddin mengungkapkan, partainya membuka penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bulungan mulai Rabu (25/9/2019). Hal ini sesuai petunjuk dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berlambang mercy tersebut.

“Kami hanya menjalankan apa juklaknya, juknisnya. Untuk itu kita menjaring. Yang jelas DPP lah yang menentukan. Hasilnya akan kami lemparkan ke provinsi, dari provinsi nanti akan membawa ke DPP. Yang jelas masalah mahar, kami tidak bisa berbicara. Kami utamakan survei elektabilitas dan popularitas. Itu yang kami mau lihat, dan kami utamakan kader,” ungkapnya saat ditemui di Kantor DPRD Kaltara, (25/9/2019).

Komitmen mengutamakan kader tersebut, lanjut Najamuddin, merupakan salah satu bentuk kesiapan dari partai. Hanya saja, ia belum bisa memastikan kader demokrat nantinya, apakah berada pada posisi calon bupati atau calon wakil bupati.

“Walaupun kami utamakan kader, kami juga melihat kader itu bisa nomor satu atau nomor dua. Kami tidak akan memaksakan diri, karena yang memilih adalah masyarakat. Survei lah yang menentukan siapapun nanti kader terbaik, itu yang diusung,” katanya.

Sebagai ketua DPC, pria yang saat ini menjadi salah satu anggota DPRD Kaltara itu mengungkapkan dirinya secara pribadi juga siap maju pada kontestasi politik di Bulungan. Bahkan, ia menyatakan kesiapan maju sebagai orang nomor satu di Bumi Tenguyun-sebutan lain Bulungan.

“Kalau kami secara pribadi, kami harus nomor satu. Yang jelas kalau untuk pilkada, kami tetap berbicara mekanisme yang dilalui dulu. Kalau kata siap, kami siap. Masalah restu di DPP nanti. Hasil akhirnya dilihat, siapa diusung, siapa yang berdampingan, itu survei nanti,” ungkap pria yang pernah menjadi kandidat calon Wakil Bupati Bulungan pada Pilkada 2015 lalu.

Termasuk masalah pendamping, ia tetap menyerahkan pada hasil survei yang dilakukan partainya. Apalagi, Demokrat dengan perolehan 2 kursi di DPRD Bulungan harus berkoalisi untuk mengusung calon kepala daerah. “Yang jelas utamakan kader, kedua apabila surveinya baik. Siapapun yang jadi pendamping nantinya, kita nanti akan survei. Mekanisema partai jelas, survei elektabilitas dan popularitas itu yang penting,” bebernya.

Sementara itu, jika batas minimal kursi yang mengusung calon pada pesta demokrasi mendatang sebanyak 5 kursi, artinya semua partai wajib berkoalisi. Demokrat yang saat ini berkoalisi dengan Nasdem di Fraksi DPRD Bulungan, menurut Najamuddin, tidak menutup kemungkinan bisa dilanjutkan dalam koalisi pilkada sehingga hanya membutuhkan tambahan 1 kursi. Akan tetapi hal tersebut masih dinamis, dimana pihaknya terus menjalin komunikasi.

“Kita wajib koalisi. Komunikasi politik kami jalan ke semua partai politik. Kami akan membangun komunikasi yang baik. Yang jelas gambaran sudah banyak. Kita di DPRD punya 2 kursi artinya kurang 3 kursi. Kita lihat saja nanti perkembangannya,” sebutnya. (*)

Reporter : Fathu Rizqil Mufid

Editor : Hariadi