Politik

Usai Mencoblos, Jari akan Ditetes Tinta, Bukan Dicelup

Petugas menetes tinta di jari pemilih dalam simulasi. (Foto: Ariyanto)

TARAKAN, Koran Kaltara – Dalam proses pemilihan atau pencoblosan pada Pilkada serentak tahun ini ada sedikit perbedaan lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19. Proses pemungutan suara menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Secara umum masyarakat atau pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dengan membawa surat undangan pencoblosan, yaitu C6 sesuai dengan TPS yang telah ditentukan.

Anggota KPU Tarakan Divisi Teknis Penyelenggaraan, M Taufik Akbar menjelaskan, secara teknis pemungutan suara jelas dilakukan pada 9 Desember dimulai jam 07.00 Wita sudah mulai pembukaan jika seluruhnya sudah hadir anggota KPPS, pengawas dan perwakilan saksi.

“Intinya adalah kita melakukan penerapan protokol yang sangat ketat, masyarakat yang datang ke TPS tidak menggunakan masker akan kita berikan masker. Kita siapkan masker cadangan,” jelasnya.

Kemudian kita suruh cuci tangan, cek suhu tubuh di bawah 37,3 derajat lalu diarahkan untuk antre. Kemudian juga diberikan sarung tangan, dilanjut proses pengecekan dokumen dan diberikan surat suara oleh Ketua KPPS.

“Surat suara ini kemudian diperiksa oleh pemilih, cek apakah belum tercoblos, apakah ada kerusakan. Silakan cek di depan, kalau rusak, ada tanda coblos, sobek, tanda rusak silakan minta penggantian kepada Ketua KPPS kemudian dilakukan pencoblosan di bilik suara,” katanya.

Setelah selesai proses pencoblosan pemilih diarahkan untuk memasukkan surat suara ke kotak suara.

Setelah selesai, kemudian pemilih membuka sarung tangan dan membuangnya ke tempat yang telah disiapkan. Petugas akan meneteskan tinta ke jari sebagai tanda sudah memilih. Terakhir pemilih cuci tangan dan pulang.

Jadi untuk pilkada tahun ini, pemilih tidak lagi mencelupkan jari ke tinta setelah mencoblos, namun petugas akan meneteskan tintanya ke ujung jari pemilih.

Taufik mengatakan, alasan meneteskan tinta dilakukan sesuai dengan petunjuk dari atas (KPU RI), “Ya mungkin dengan perhitungan mengurangi kontak, jadi nggak celup-celup jari di tempat yang sama. Kalau kajian ilmiahnya kita juga belum dapat,” bebernya.

Taufik tegaskan, protokol kesehatan adalah yang utama dalam setiap tahapan pilkada, kesehatan dan keselamatan menjadi prioritas baik penyelenggara maupun pemilih. (*)

Reporter: Ariyanto
Editor: Didik

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah