Universitas Patria Artha Beri Beasiswa Warga Kaltara, Cek Informasinya di Sini
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Universitas Patria Artha memberi program beasiswa bagi warga Kalimantan Utara pada Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik (TA) 2022/2023.
Demikian disampaikan Rektor Universitas Patria Artha, Dr. Bastian Lubis SE., M.M., CFM.
Saat ditemui awak media, Bastian mengatakan, Universitas Patria Artha melalui pihak yayasan telah memberi hibah beasiswa bagi anak-anak tidak mampu dari tahun ke tahun.
Sebelumnya, program ini intens diberikan ke sejumlah daerah di Pulau Sulawesi.
“Saya arahkan sekarang, minta ke yayasan untuk membantu anak-anak Kaltara yang kurang memiliki kemampuan (ekonomi),” kata Bastian, Senin (25/4/2022).
Warga Kaltara yang mengikuti program beasiswa tidak perlu membayar biaya sumbangan pendidikan per semester (SPP) dari semester 1 sampai 8.
Mereka hanya perlu merogoh kocek untuk kegiatan praktikum, seragam dan biaya hidup selama mengikuti kegiatan perkuliahan.
“Biaya SPP nya dinolkan dari semester 1 sampai 8, kecuali untuk praktik, seragam dan biaya hidup saja,” paparnya.
Warga Kaltara yang berminat mengikuti program ini dapat mendaftar di nomor 0812-8317-1912 atas nama M. Gozali.
Keterangan lebih lanjut juga bisa didapat dengan menghubungi nomor tersebut.
“Teknisnya sekarang sudah bisa mendaftar di nomor itu. Nanti akan dibuatkan grup untuk lebih memudahkan menyampaikan informasi berikutnya,” kata Bastian.
Ia memaparkan, kampusnya sudah menerapkan metode perkuliahan dengan prinsip merdeka belajar dan kampus merdeka.
Sehingga mahasiswa di semester 4 dan 5 bisa magang kerja di perusahaan atau menciptakan lapanga kerja sendiri.
“Kita arahkan generasi ke depan sudah memiliki ilmu enterpreunership, jadi tidak sebatas duduk di meja perkuliahan saja, tapi juga mengimplementasikan praktik di lapangan,” jelasnya.
Lanjut dia, Universitas Patria Artha juga memiliki program Wellness Neurosains Terapan untuk memetakan kematangan berpikir mahasiswa.
Ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi mereka selama mengikuti program pendidikan tinggi di sana.
“Dengan diadakannya Neuro Sains Terapan, posisi kematangan berpikir kita dapat diketahui dimana. Ini harus dicari tahu dan diselesaikam terlebih dahulu, baru setelah itu pelajaran, ilmu dan wawasan baru di perguruan tinggi bisa terserap dengan baik,” paparnya.
[caption id="attachment_133398" align="aligncenter" width="500"]
Mahasiswa Universitas Patria Artha[/caption]
Total ada 8 program studi dibuka di Universitas Patria Artha yang ada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu.
Program tersebut, yaitu S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, D3 Kebidanan, S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Mesin dan S1 Teknik Elektro.
“Setiap jurusan sudah punya sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan BSN dan BNSP. Sehingga lulusan nanti tidak hanya mengandalkan ijazah pendidikannya saja,” jelas Bastian.
Pada kesempatan itu, ia turut menepis jika kampusnya mendapat suntikan dana dari Pemprov Kaltara.
Ia menegaskan jika beasiswa tersebut murni dari kampus, dimana dananya berasal dari berbagai bidang usaha yang dikelola yayasan.
“Kemarin ada isu kita dapat APBD, tidak ada seperti itu, kita sendiri yang bayarin semua. Pada awalnya, saya kasih program ini ke Pak Zainal, kebetulan sekarang beliau gubernur. Jadi jangan dikaitkan pemerintah ada memberi kita untuk itu,” ujarnya.
Ia juga memastikan jika Universitas Patria Artha tidak ada niatan untuk bersaing dengan universitas lokal di Kaltara.
Ia pun mempersilahkan apabila ada universitas lokal yang hendak memberi program serupa.
“Tidak ada itu niat mau persaingan, kalau yang lain mau lakukan juga, segera lakukanlah, mari kita berbuat bersama-sama,” pungkasnya. (*/bis)
Reporter: Agung Riyanto
Editor: Didik
Mahasiswa Universitas Patria Artha[/caption]
Total ada 8 program studi dibuka di Universitas Patria Artha yang ada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu.
Program tersebut, yaitu S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat, D3 Kebidanan, S1 Teknik Informatika, S1 Teknik Mesin dan S1 Teknik Elektro.
“Setiap jurusan sudah punya sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan BSN dan BNSP. Sehingga lulusan nanti tidak hanya mengandalkan ijazah pendidikannya saja,” jelas Bastian.
Pada kesempatan itu, ia turut menepis jika kampusnya mendapat suntikan dana dari Pemprov Kaltara.
Ia menegaskan jika beasiswa tersebut murni dari kampus, dimana dananya berasal dari berbagai bidang usaha yang dikelola yayasan.
“Kemarin ada isu kita dapat APBD, tidak ada seperti itu, kita sendiri yang bayarin semua. Pada awalnya, saya kasih program ini ke Pak Zainal, kebetulan sekarang beliau gubernur. Jadi jangan dikaitkan pemerintah ada memberi kita untuk itu,” ujarnya.
Ia juga memastikan jika Universitas Patria Artha tidak ada niatan untuk bersaing dengan universitas lokal di Kaltara.
Ia pun mempersilahkan apabila ada universitas lokal yang hendak memberi program serupa.
“Tidak ada itu niat mau persaingan, kalau yang lain mau lakukan juga, segera lakukanlah, mari kita berbuat bersama-sama,” pungkasnya. (*/bis)
Reporter: Agung Riyanto
Editor: DidikBERITA TERKAIT
Berita terkait tidak ditemukan!
TERPOPULER