Tarakan

Umrah Tunggu Pernyataan Resmi Kemenag RI

Kasi Penyelenggara Haji & Umrah Kantor Kantor Kemenag Tarakan, Muhammad Aslam

TARAKAN, Koran Kaltara – Rencana dibukanya kembali umrah oleh Pemerintah Arab Saudi, belum diterima secara resmi Pemerintah Indonesia.

Padahal, informasi yang beredar terkait umrah ini akan mulai dilaksanakan pada 1 Muharram, hari ini (10/8/2021).

Hal ini disampaikan Kasi Penyelenggara Haji & Umrah Kantor Kantor Kemenag Tarakan, Muhammad Aslam.

“Belum ada keterangan resmi sebenarnya. 1 Muharam kan katanya, tapi belum ada informasi resmi. Kalau ada, pasti pengumuman dari Kemenag RI juga disampaikan ke kami,” katanya, Senin (9/8/2021).

Meski daftar tunggu calon jamaah umrah yang sudah mendaftarkan diri ke travel yang ada di Tarakan cukup tinggi, Aslam menuturkan pihaknya juga sudah menyampaikan untuk menunggu informasi resmi.

Hanya saja, biasanya travel sudah mengetahui informasi kapan dibukanya umrah berdasarkan penghubungnya di travel yang berkantor di Jakarta atau perwakilan di Arab Saudi.

“Memang dalam pengumuman itu, Indonesia kan tidak masuk untuk sementara. Mungkin karena tingkat konfirmasi pisitif Covid-19 sangat tinggi. Kan kita tertinggi juga, apalagi bertambah terus. Jadi, memang agak susah. Cuma, pengumumannya juga memang belum ada resmi,” imbuhnya.

Ia tambahkan, informasi yang menyebutkan tentang Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang diizinkan untuk pergi umrah ke Arab Saudi juga belum resmi.

Sehingga, ia meminta masyarakat bersabar hingga ada pengumuman lebih lanjut dari Kemenag RI.

Sebenarnya, untuk kegiatan umrah, penyelenggaranya sebenarnya travel. Kemenag hanya mengawasi.

“Kegiatan apa, berapa pemberangkatan, berapa orang nanti lapor ke kami supaya kami tahu. Kalau ada masalah, mereka (travel) datang ke kami juga, baik travel ataupun jamaahnya,” tuturnya.

Namun, ia pastikan saat ini semua travel masih menunggu.

Pihaknya sudah mendatangi travel yang ada di Tarakan dan memastikan hanya menunggu dan mempersiapkan persyaratan yang diminta.

Meskipun nanti sudah diizinkan, menurut para travel, banyak juga jamaah yang masih menunggu Covid-19 reda.

“Banyak jamaah umrah yang masih takut. Ini masih musim Covid-19. Sebenarnya, kalau diizinkan juga protokol kesehatan (prokes) yang berlaku di dalam negeri, wajib diterapkan. Misalnya, PCR, vaksin lengkap paling itu kalau ke Arab Saudi. Biarpun kita ketat (prokes), di Arab Saudi lebih ketat lagi. Kalau umpamanya syarat kita sedikit, mereka malah lebih banyak lagi,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment